Equityworld Futures | Ketegangan Hormuz Tekan Harga Emas, Risiko Inflasi Meningkat
Equityworld Futures | Harga emas turun seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengancam gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga menjaga harga energi tetap tinggi dan memicu risiko inflasi.
Logam mulia tersebut sempat merosot hingga 2,4%, memperpanjang penurunan pada hari Senin setelah Uni Emirat Arab mengatakan sistem pertahanan udaranya merespons ancaman rudal dari Iran, sementara Teheran memperingatkan bahwa mereka memperketat kendali atas Selat Hormuz. Rencana baru yang diumumkan Presiden AS Donald Trump untuk membantu kapal-kapal melewati jalur perairan penting itu membuat para eksekutif pelayaran kebingungan, karena serangan terus berlanjut dan lalu lintas tetap hampir terhenti.
Laporan rudal oleh Uni Emirat Arab menandakan bahwa serangan masih berlangsung — mengancam gencatan senjata yang rapuh sekaligus menjaga harga minyak tetap tinggi. Lonjakan harga energi serta terbatasnya ketersediaan input penting seperti pupuk kemungkinan akan meningkatkan risiko inflasi, sehingga memperbesar peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed, menurut Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.
“Kita mungkin mulai melihat dampak ini merambah ke harga pangan dan terus menjaga harga bahan bakar tetap tinggi, yang menunjukkan adanya risiko bahwa guncangan ini akan menular ke inflasi inti,” ujar Melek dalam sebuah wawancara. “Jika masalah minyak ini berlanjut, langkah berikutnya dari The Fed kemungkinan besar adalah kenaikan suku bunga.”
Melek mengatakan kondisi seperti itu akan mendukung dolar AS, menjaga suku bunga tetap tinggi, dan menekan harga emas.
Ke depan, para trader akan mencermati pengumuman pekan ini dari Departemen Keuangan AS mengenai rencana pinjaman untuk tiga bulan ke depan, sejumlah pidato pejabat Federal Reserve, serta rangkaian rilis data ekonomi yang padat, yang berpuncak pada data ketenagakerjaan bulanan. Informasi tersebut diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga dan defisit fiskal AS.
Harga emas spot turun 2% menjadi $4.516,85 per ons pada pukul 16:28 waktu New York. Perak turun 3,5%, sementara platinum dan paladium juga melemah. Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur kekuatan dolar AS, naik 0,2%.
Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami
