Equityworld Futures | Harga Emas Turun di Bawah US$ 4.700 Akibat Kenaikan Inflasi AS
Equityworld Futures | Harga emas dunia mengalami penurunan hingga di bawah level US$ 4.700 per ons pada Rabu (13/5/2026) siang seiring menguatnya tekanan jual akibat rilis data inflasi Amerika Serikat yang melebihi perkiraan. Kondisi ini meredam harapan pasar terhadap rencana penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.
Data inflasi konsumen di Amerika Serikat tercatat meningkat menjadi 3,8 persen pada April 2026, lebih tinggi dari estimasi pasar sebesar 3,7 persen. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sejak Mei 2023, yang dipicu oleh kenaikan biaya energi akibat ketegangan konflik di wilayah Timur Tengah, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Trading Economics melaporkan bahwa faktor eksternal lain turut memengaruhi dinamika pasar logam mulia global saat ini. India tercatat menaikkan tarif impor emas dan perak untuk mengendalikan pembelian domestik serta menjaga stabilitas mata uangnya, sementara harga minyak terus melonjak akibat kebuntuan diplomasi perang Amerika Serikat-Iran.
“Dalam berita lain, India telah meningkatkan tarif impor emas dan perak dalam upaya untuk mengekang pembelian logam mulia dan mendukung mata uangnya. Sementara itu, harga minyak melonjak selama tiga sesi terakhir karena upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk menyelesaikan perang AS-Iran terus terhenti, sehingga kekhawatiran tentang inflasi dan pasar energi tetap menjadi fokus utama,” sebut ulasan Trading Econimics.
Pakar dari Traders Union, Anton Kharitonov, menjelaskan bahwa tren emas secara umum masih menunjukkan ketahanan di atas rata-rata pergerakan utama meski sedang terjadi pelemahan. Ia menilai permintaan bank sentral yang stabil serta lonjakan ekspor emas Amerika Serikat sebagai sentimen positif untuk jangka panjang.
“Skenario dasar tetap konsolidasi harga — jika US$ 4.693 gagal bertahan, saya memperkirakan koreksi yang lebih dalam sebelum pergerakan naik kembali,” papas Anton Kharitonov, pakar di Traders Union.
Analisis teknis menunjukkan adanya potensi kelelahan pembeli dalam jangka pendek dengan rentang fluktuasi harga diperkirakan berada pada kisaran US$ 4.690 hingga US$ 4.845 selama lima hari perdagangan ke depan. Penembusan di bawah level support US$ 4.693 diprediksi dapat memicu aksi jual lebih lanjut menuju area US$ 4.680.
Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami
