EWF | Selat Hormuz Lancar, Harga Minyak Dunia Diprediksi US$60 per Barel
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk sepekan ke depan diprediksi berada di level US$64,70 per barel dan resistance di level US$72,10 per barel.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk sepekan ke depan diprediksi berada di level US$64,70 per barel dan resistance di level US$72,10 per barel.
Sektor energi Amerika Serikat (AS) ternyata menyimpan kerapuhan di tengah tensi tinggi geopolitik Timur Tengah.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkonfirmasi pihaknya telah melancarkan serangan terhadap infrastruktur minyak di dekat St. Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia.
Harga minyak dunia bergerak tipis sepekan terakhir seiring harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Iran mulai menjajaki kembali penjualan minyak mentah ke Jepang setelah Amerika Serikat memberikan pengecualian sementara terhadap sanksi ekspor minyak Teheran.
Harga minyak Brent dan WTI kompak turun 1% seiring kemajuan positif negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (2/7), setelah AS dan Iran dilaporkan mencatat kemajuan dalam perundingan tidak langsung di Doha.
Iran mengekspor sekitar 50 juta barel minyak mentah dalam dua pekan setelah Amerika Serikat mencabut blokade laut terhadap pelabuhan energi negara tersebut.
Pernyataan Donald Trump mengenai kemajuan pembicaraan AS-Iran di Qatar menekan harga minyak dunia, di tengah harapan pemulihan pasokan dari Timur Tengah.
Setelah beberapa bulan lalu dicekam ketakutan akan kelangkaan energi akibat konflik geopolitik, pasar minyak mentah global kini justru bersiap menghadapi ancaman baru banjir pasokan raksasa.