EQUITYWORLD FUTURES JAKARTA | Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$105 per Barel Pekan Depan, Ini Pemicunya
Ibrahim Assuaibi memprediksi harga minyak mentah WTI bergerak di kisaran US$94,20–US$104,80 per barel pekan depan.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Ibrahim Assuaibi memprediksi harga minyak mentah WTI bergerak di kisaran US$94,20–US$104,80 per barel pekan depan.
Harga minyak mentah Brent melonjak mendekati US$110 per barel dipicu eskalasi perang di Timur Tengah dan Ukraina, serta kebijakan kontroversial Donald Trump.
Harga minyak dunia menyentuh US$ 110 per barel di tengah eskalasi serangan Iran di Selat Hormuz dan ancaman Ukraina terhadap kilang minyak Rusia.
Trump mempertimbangkan mencabut sanksi atas kapal tanker pengangkut minyak dari negara-negara yang terkena sanksi AS seperti Rusia, Iran, dan Venezuela.
Harga minyak dunia bervariasi dengan harga minyak WTI naik, tetapi harga minyak Brent turun di tengah sentimen pasokan.
Harga minyak dunia bervariasi dengan harga minyak WTI naik, tetapi harga minyak Brent turun di tengah sentimen pasokan.
Harga minyak dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Kamis (15/10) ketika pelaku pasar mempertimbangkan risiko gangguan pasokan akibat serangan terhadap kapal di sekitar Selat Hormuz.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan beban subsidi energi dapat membengkak hingga hampir Rp100 triliun.
Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$1,02 dolar AS atau 1,07 persen menjadi US$94,07 dolar AS per barel.
Harga minyak dunia naik setelah IEA memperingatkan tekanan pasokan solar berlanjut hingga 2027 dan fasilitas Aramco dilaporkan diserang.