EQUITYWORLD FUTURES JAKARTA | Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$106,58 saat Konflik Timteng Memanas
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 80 sen atau 0,9 persen menjadi US$94,94 per barel.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 80 sen atau 0,9 persen menjadi US$94,94 per barel.
Harga minyak Brent melemah tetapi masih di kisaran US$ 105 per barel di tengah investor menimbang pasokan energi Rusia ke pasar global.
Biaya pengiriman yang tinggi membuat produsen minyak, terutama di AS, menumpuk pasokan minyak yang membuat kilangnya kewalahan.
Pemerintah menetapkan rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia pada September 2026 sebesar USD112,81 per barel, naik USD23,38 dibandingkan Agustus 2026.
Penurunan harga minyak dunia dipicu oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kesepakatan suplai diesel Rusia ke pasar global.
Harga minyak Brent turun 1,65% menjadi US$ 102,99 per barel, sedangkan WTI melemah 1,92% ke US$ 90,09.
Harga minyak dunia anjlok lebih dari 1 persen pada Senin (12/10) usai Trump mengklaim Rusia dan Ukraina sepakat setop serang fasilitas energi masing-masing.
Harga minyak Brent melonjak ke US$105 per barel sementara bursa saham AS memerah setelah Presiden Donald Trump mempertimbangkan serangan militer ke Iran.
Harga minyak dunia turun ke US$103 per barel pada Jumat (9/10) usai Trump mengatakan tak akan menyerang Iran sebelum pemilu AS bulan depan.
Ada risiko serangan yang terjadi di arus pelayaran terutama di Selat Hormuz berdampak terhadap harga minyak dunia.