EQUITYWORLD FUTURES JAKARTA | Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$110,11 Imbas Serangan Houthi ke Arab
Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 1 persen ke level US$98,12 per barel.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 1 persen ke level US$98,12 per barel.
Harga minyak dunia bergerak naik tipis di tengah serangan kapal tanker dan fasilitas energi Arab Saudi yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan. Hal tersebut disampaikan di tengah dinamika lonjakan harga minyak mentah global. Pemerintah…
Harga minyak WTI dan Brent kompak tertekan di tengah harapan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Iran berada di ambang kebangkrutan setelah ekspor minyak negara tersebut dilaporkan terhenti sejak akhir Agustus akibat tekanan ekonomi dan sanksi Washington.
Kenaikan harga minyak mentah dunia diproyeksi meningkatkan penerimaan negara dari sektor migas, mencapai 109 persen dari target APBN 2026.
Harga minyak dunia kembali melonjak usai melemah di awal pekan. Brent tembus US$ 110 per barel, catat rekor tertinggi sejak pertengahan Mei.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman November turun 0,33 persen menjadi US$103,32 per barel.
Harga minyak dunia turun ke level US$108 per barel pada Senin (19/10) setelah Trump memberikan pengecualian terhadap sanksi dan tarif untuk Rusia.
Harga minyak dunia bertahan di level tinggi setelah fasilitas minyak Rusia diserang drone dan dua kapal tanker dilaporkan terkena serangan.