EWF | Harga Minyak Naik ke US$78, Pasar Tunggu Arus Kapal Selat Hormuz Pulih
Harga minyak dunia kembali naik tipis ke US$78 pada perdagangan Selasa (23/6), setelah anjlok lebih dari 3 persen pada sesi sebelumnya.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak dunia kembali naik tipis ke US$78 pada perdagangan Selasa (23/6), setelah anjlok lebih dari 3 persen pada sesi sebelumnya.
Harga minyak dunia turun tajam setelah AS mengizinkan penjualan minyak Iran hingga Agustus dan perundingan damai kedua negara menunjukkan kemajuan.
Pemerintahan Trump mencabut sanksi penjualan minyak Iran sebagai bagian dari gencatan senjata. Ini memberi keuntungan bagi perekonomian Iran.
Rupiah melemah ke 17.813 per dolar AS pada awal pekan. Kenaikan harga minyak dunia dan ketegangan Iran-AS menjadi tekanan utama pasar.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga minyak dunia kembali bergerak di atas level 80 dolar AS per barel pada awal pekan seiring munculnya keraguan pasar terhadap implementasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat...
Adapun minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk kontrak Juli melonjak US$2,02 atau 2,64 persen menjadi US$78,62 per barel.
Goldman Sachs menilai, goncangan pasokan berkelanjutan imbas ketegangan di Timur Tengah akan percepat peralihan ke EV. Hal itu dapat pengaruhi harga minyak.
Harga minyak Brent dan minyak AS merangkak naik setelah Donald Trump mengancam akan mengambil alih Selat Hormuz jika negosiasi dengan Iran buntu.
Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran pada Sabtu (20/6) memicu kekhawatiran baru terhadap kenaikan harga minyak dunia setelah sebelumnya pasar global.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sepakati pakta baru. Iran diizinkan menjual minyak di pasar terbuka untuk pertama kali sejak 2018.