EWF | Harga Minyak Turun ke US$73 Setelah Selat Hormuz Mulai Normal
Harga minyak dunia lanjut menurun pada Kamis (25/6) seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan usai Selat Hormuz mulai beroperasi normal.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak dunia lanjut menurun pada Kamis (25/6) seiring meredanya kekhawatiran gangguan pasokan usai Selat Hormuz mulai beroperasi normal.
Tren kejatuhan harga minyak mentah global tampaknya masih jauh dari kata usai. Memasuki hari Kamis (25/6/2026), harga emas hitam dunia kembali melanjutkan kemerosotan tajam.
Simak pergerakan harga minyak dunia hari ini Kamis 25 Juni 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz mulai mendorong pemulihan perdagangan energi global. Data perusahaan pemantau arus perdagangan global,...
Harga minyak mentah Brent kembali melemah pada perdagangan Rabu (24/6) turun ke bawah USD76 per barel untuk hari ketiga berturut-turut seiring mulai pulihnya arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Praktisi Migas Widhyawan Prawiraatmadja mengungkapkan penyesuaian harga energi di tengah dinamika akibat geopolitik seperti saat ini merupakan tantangan yang perlu dihadapi bersama.
Amerika Serikat secara resmi menerbitkan Lisensi Umum X (General License X), sebuah pelonggaran darurat yang mengizinkan kembali aktivitas produksi, penjualan, pengiriman, hingga impor minyak mentah dan produk petrokimia asal Iran.
Harga minyak dunia turun US$76 pada Rabu (24/6), seiring meningkatnya harapan pasar terhadap pemulihan pengiriman minyak lewat Selat Hormuz.
Amerika Serikat (AS) mengizinkan kembali penjualan minyak Iran di tengah berlangsungnya negosiasi menuju perjanjian damai permanen.
Harga minyak mentah WTI dan Brent turun tajam setelah AS mencabut sanksi minyak Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz meningkatkan pasokan global.