EWF | Harga Minyak Bertahan di Atas USD 112 per Barel
Harga minyak dunia tetap menguat meski Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran. Kekhawatiran pasokan global masih tinggi.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak dunia tetap menguat meski Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran. Kekhawatiran pasokan global masih tinggi.
Nilai tukar rupiah kembali tertekan akibat sentimen global dan domestik, termasuk konflik geopolitik serta pernyataan Presiden Prabowo.
Harga minyak dunia melonjak 2,3 persen ke US$111 pada perdagangan Senin (18/5) usai ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Iran.
Selat Hormuz masih tertutup, tetapi harga minyak belum meledak karena AS menambah ekspor dan China menahan impor.
Harga minyak dunia melesat tajam sepanjang pekan ini.
Raksasa minyak Arab SAramco audi, Saudi Aramco, sedang menyiapkan penjualan aset senilai hingga USD35 miliar atau setara Rp616 triliun mencakup sektor infrastruktur energi dan properti.
Harga minyak mentah andalan Rusia, Urals, mencapai level tertinggi untuk perhitungan pajak sejak Oktober 2023 di tengah krisis berkepanjangan di Selat Hormuz.
Selain setuju membeli minyak AS, Presiden AS Donald Trump menuturkan, China sepakat untuk membantu negosiasi dengan Iran.
Harga minyak Brent dan WTI berada di kisaran USD 100 dipengaruhi pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Harga minyak dunia stagnan, dengan Brent di US$105,72 dan WTI di US$101,17. Situasi di Selat Hormuz mulai membaik, meski ketegangan tetap tinggi.