EWF | Harga Minyak Dunia Naik, Defisit APBN 2026 Berpotensi Jebol di Atas 6 Persen
KENAIKAN harga minyak dunia dinilai berpotensi memberi tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
KENAIKAN harga minyak dunia dinilai berpotensi memberi tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan rencana kenaikan defisit APBN di atas 3%. Ia menekankan penting menghitung dampak sebelum keputusan diambil.
Airlangga Hartarto mengusulkan penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang sebagai langkah antisipasi apabila konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia.
Banggar DPR RI merespons pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengenai rencana pelebaran defisit APBN di atas 3 persen dari PDB.
Batas defisit 3 persen dari PDB diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Menko Airlangga Hartarto memperingatkan potensi pelebaran defisit APBN jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan dan memicu lonjakan harga minyak dunia.
Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi potensi pelebaran defisit APBN akibat lonjakan harga minyak dunia.
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menanggapi rumor pelebaran defisit APBN di atas 3%. Ia menekankan pentingnya kajian dan disiplin fiskal untuk ekonomi.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui wacana pelebaran defisit APBN atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi rumor pelebaran defisit APBN di atas 3%. Ia menekankan pentingnya menghitung dampak keputusan tersebut.