EWF | APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit Rp196,5 triliun sepanjang Semester I 2026.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit Rp196,5 triliun sepanjang Semester I 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit sebesar Rp 196,5 triliun hingga semester I-2026.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$ 1,61 miliar pada Mei 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan defisit APBN 2026 mencapai Rp 196,5 triliun.
Defisit APBN diperkirakan menjadi Rp 734,3 triliun. Pemerintah akan memastikan defisit di bawah 3 persen terhadap PDB.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada akhir tahun anggaran 2026 melebar menjadi Rp 734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap…
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan defisit APBN 2026 mencapai Rp 734,3 triliun. Belanja negara meningkat untuk mendukung program prioritas.
Neraca perdagangan yang defisit berpotensi memperbesar tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan permintaan kredit.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dalam kondisi sehat.