EWF | Airlangga Jamin Defisit APBN Tetap 3%, Efisiensi Belanja Bakal Dilakukan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bakal tetap dijaga di 3%.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bakal tetap dijaga di 3%.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan defisit APBN tetap 3% PDB. Efisiensi anggaran dilakukan untuk menahan defisit di tengah kenaikan harga minyak.
KENAIKAN harga minyak dunia dinilai berpotensi memberi tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan rencana kenaikan defisit APBN di atas 3%. Ia menekankan penting menghitung dampak sebelum keputusan diambil.
Airlangga Hartarto mengusulkan penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang sebagai langkah antisipasi apabila konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia.
Banggar DPR RI merespons pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengenai rencana pelebaran defisit APBN di atas 3 persen dari PDB.
Batas defisit 3 persen dari PDB diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Menko Airlangga Hartarto memperingatkan potensi pelebaran defisit APBN jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan dan memicu lonjakan harga minyak dunia.
Pemerintah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi potensi pelebaran defisit APBN akibat lonjakan harga minyak dunia.
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, menanggapi rumor pelebaran defisit APBN di atas 3%. Ia menekankan pentingnya kajian dan disiplin fiskal untuk ekonomi.