EWF | Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan, bahwa biang keladi amblesnya neraca perdagangan pada Mei 2026.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan, bahwa biang keladi amblesnya neraca perdagangan pada Mei 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026.
Neraca perdagangan barang Indonesia mencatatkan defisit setelah surplus 72 bulan berturut-turut.
Neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir.
kita memasuki isu defisit sebagai isu utama. Pertumbuhan yang didorong oleh ekspansi belanja pemerintah selalu membawa konsekuensi fiskal.
Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN Mei 2026 masih di bawah target 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan defisit APBN Rp 180,4 triliun per Mei 2026. Pendapatan negara tumbuh 19,1%, belanja negara 34,4%.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, data fiskal terbaru akan dirilis pekan depan.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkap DPR tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Keuangan Negara melalui skema omnibus law.
Bank sentral menyatakan defisit masih terjadi pada transaksi berjalan, transaksi modal serta finansial di tengah tekanan pasar keuangan global.