EWF | Blokade Selat Hormuz Bikin Ekonomi Dunia Tekor Rp1.000 Triliun
Gangguan pada pasokan minyak global akibat krisis di Selat Hormuz diperkirakan merugikan ekonomi dunia hingga 50 miliar euro atau setara Rp1.000 triliun.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Gangguan pada pasokan minyak global akibat krisis di Selat Hormuz diperkirakan merugikan ekonomi dunia hingga 50 miliar euro atau setara Rp1.000 triliun.
Gangguan pada pasokan minyak global akibat krisis di Selat Hormuz diperkirakan merugikan ekonomi dunia hingga 50 miliar euro atau senilai dengan Rp1 triliun.
Presiden AS Donald Trump menyatakan siap membuka kembali Selat Hormuz jika ada perkembangan positif atau kesepakatan dengan Iran di tengah blokade laut.
Dua kapal tanker raksasa Iran dilaporkan berhasil menembus blokade Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia dengan membawa jutaan barel minyak mentah.
Militer AS menyatakan akan terus sepenuhnya menegakkan blokade maritim terhadap kapal-kapal yang memasuki atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.
Saat AS memblokade total Selat Hormuz, ada Rusia yang muncul dengan tawaran provokatif yang bisa mengubah peta ekonomi global.
Centcom AS berhasil cegat kapal kargo Iran di Selat Hormuz. Sementara itu, bursa saham AS melonjak ke rekor tertinggi di tengah harapan perdamaian.
Militer Iran ancam blokir jalur perdagangan di Laut Merah dan Teluk sebagai respons terhadap blokade AS. Iran bertekad mempertahankan kedaulatan nasionalnya.
Hanya dalam waktu kurang dari 36 jam sejak perintah blokade dikeluarkan, pasukan AS diklaim telah menghentikan seluruh aktivitas ekonomi keluar dan masuk Iran melalui jalur laut.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil langkah tegas dengan memerintahkan blokade Selat Hormuz setelah perundingan damai AS dan Iran mengalami kebuntuan.