EQUITYWORLD FUTURES JAKARTA | Iran Kecam Blokade Penerbangan oleh AS
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Teheran akan membalas blokade penerbangan dan perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Teheran akan membalas blokade penerbangan dan perdagangan yang diberlakukan Amerika Serikat.
Harga minyak mentah dunia menembus lebih dari USD100 per barel seiring memanasnya ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu jalur perdagangan energi vital, termasuk Selat Hormuz dan Laut Merah.
Tekanan ekonomi Amerika Serikat yang semakin kuat mulai mengikis daya tawar Iran atas Selat Hormuz setelah berbulan-bulan konflik mengguncang pasar dan meningkatkan risiko perang yang lebih luas di kawasan Teluk.
Eskalasi konflik maritim di Laut Merah memasuki babak baru yang kian mendesak. Arab Saudi dilaporkan tengah berupaya menggalang koalisi militer internasional baru untuk melindungi jalur pelayaran.
Dua kapal tanker raksasa China yang mengangkut total sekitar 4 juta barel minyak mentah Arab Saudi berhasil keluar dari Laut Merah melalui Selat Bab el-Mandeb pada Kamis (23/7).
Harga minyak mentah melonjak lebih dari 1% setelah terombang-ambing dalam volatilitas tinggi.
Militer AS mengalihkan dua kapal komersial yang mencoba menerobos blokade laut Iran. CENTCOM menegaskan kesiapan untuk memastikan kepatuhan penuh.
Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz dan jalur ekspor migas lainnya sebagai respons atas gelombang serangan militer Amerika Serikat ke target militer.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemblokiran pelabuhan Iran dan pengenaan tarif kargo 20% di Selat Hormuz. Militer AS (CENTCOM) langsung bersiaga penuh.
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 9% pada perdagangan Senin (13/7) dan kembali menguat pada Selasa (14/7), setelah AS memberlakukan blokade baru terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz.