EWF | Iran Ultimatum AS yang Blokade Selat Hormuz, Ancam Tutup Laut Merah
Militer Iran ancam blokir jalur perdagangan di Laut Merah dan Teluk sebagai respons terhadap blokade AS. Iran bertekad mempertahankan kedaulatan nasionalnya.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Militer Iran ancam blokir jalur perdagangan di Laut Merah dan Teluk sebagai respons terhadap blokade AS. Iran bertekad mempertahankan kedaulatan nasionalnya.
Hanya dalam waktu kurang dari 36 jam sejak perintah blokade dikeluarkan, pasukan AS diklaim telah menghentikan seluruh aktivitas ekonomi keluar dan masuk Iran melalui jalur laut.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil langkah tegas dengan memerintahkan blokade Selat Hormuz setelah perundingan damai AS dan Iran mengalami kebuntuan.
Pemerintah Tiongkok melontarkan kritik keras terhadap langkah Amerika Serikat yang memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Blokade militer yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz mulai menunjukkan dinamika di lapangan.
Dampak terhadap perekonomian itu muncul di antaranya dari kenaikan biaya produksi dan gangguan pasokan logistik imbas blokade AS di Selat Hormuz.
China menyatakan langkah Amerika Serikat (AS) melakukan blokade di Selat Hormuz adalah tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab.
Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Rabu, (15/4/2026). Salah satunya soal AS resmi blokade Selat Hormuz.
SELAT Hormuz bukan sekadar jalur perairan sempit di antara Oman dan Iran; ia adalah arteri utama yang memompa kehidupan bagi ekonomi global.
Analisis mendalam Prof. Jiang mengenai kegagalan negosiasi Islamabad, peran Israel, dan 5 alasan struktural mengapa blokade AS di Selat Hormuz justru memperlemah posisi Amerika.