0 0
Read Time:2 Minute, 34 Second

Equityworld Futures SSC JAKARTA – Pergerakan pasar terkini: Equityworld SSC JAKARTA | BBCA Makin Ditinggal Asing! Net Sell Rp 16 T, Saham Turun Nyaris 10%. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, Equityworld Futures — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi satu emiten dengan tekanan jual asing terbesar sepanjang tahun berjalan. Berdasarkan data perdagangan periode 1 Januari hingga 20 Februari 2026, BBCA mencatatkan net foreign Rp 16,26 triliun. Dalam periode tersebut, nilai beli asing (foreign buy) di BBCA tercatat sekitar Rp33,8 triliun.

Tapi nilai jual asing (foreign sell) mencapai Rp50,06 triliun. Alhasil BBCA menjadi saham dengan aksi jual bersih asing terbesar di pasar reguler sepanjang tahun berjalan. Posisi net sell BBCA bahkan jauh di atas urutan dua, yakni Bumi Resources (BUMI) yang sebesar Rp 7,71 triliun. Seiring derasnya arus keluar dana asing tersebut, harga saham BBCA juga tertekan. Secara year to date (ytd), saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia ini turun 9,97% ke level Rp 7.225 per saham.

Bagaimana cara kerjanya?

Pada perdagangan intraday 29 Januari 2026, saham BBCA sempat turun hingga ke level 6.375. Sebagai informasi terakhir kali BBCA menutup perdagangan di level 6.300-an adalah pada Agustus 2021. Adapun dalam perkembangan terbaru, sepanjang bulan berjalan BBCA juga masih menjadi saham yang paling banyak dijual asing.

Net foreign sell di BBCA mencapai Rp 4,04 triliun pada periode 1-20 Februari 2026. Sementara itu, harga saham BBCA saat ini masih membentuk lower low sejak menyentuh level puncak 9.600-an. Posisi harga saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek dan menengah.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures SSC JAKARTA mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *