Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025, Tembus Rp 3,36 Triliun yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Rasio permodalan tercatat sehat dengan capital adequacy ratio (CAR) 30,49 persen..
Menurut perseroan, komposisi DPK masih didominasi oleh deposito.
Sedangkan laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) juga tercatat tumbuh 28 persen (yoy) dari sebesar Rp3,26 triliun pada 2024 menjadi Rp4,16 triliun pada 2025..
Ke depan, Bank Mega akan terus menyesuaikan strategi bisnisnya untuk menciptakan profitabilitas yang berkelanjutan. Selain itu, memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) perseroan..
Profitabilitas juga tetap kuat dengan return on assets (ROA) sebesar 3,10 persen. Selain itu, return on equity (ROE) sebesar 15,54 persen..
Kinerja positif perseroan juga tercermin dari pencapaian berbagai rasio keuangan yang kuat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Mega Tbk membukukan laba setelah pajak (profit after tax/PAT) sebesar Rp3,36 triliun pada 2025, tumbuh sebesar 28 persen (year-on-year/yoy) dari posisi yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,63 triliun.
Manajemen Bank Mega menilai bahwa pertumbuhan kinerja perseroan pada 2025 mencerminkan perbaikan fundamental bisnis..
Total aset Bank Mega tercatat meningkat 4 persen (yoy) menjadi Rp140,83 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp134,92 triliun..
Meski begitu, saldo Current Account Saving Account (CASA) meningkat 2 persen (yoy) menjadi Rp28,14 triliun dari Rp27,57 triliun pada periode sebelumnya..
Likuiditas terjaga dengan baik, tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) sebesar 64,48 persen, sementara kualitas kredit tetap terjaga dengan non-performing loan (NPL) gross pada level 1,65 persen..
Adapun perolehan laba Bank Mega dikontribusikan melalui kenaikan fee based income sebesar 54 persen yoy dari Rp1,82 triliun pada 2024 menjadi Rp2,79 triliun pada 2025..
Sementara dari sisi penghimpunan dana, perseroan mencatat dana pihak ketiga (DPK) meningkat 14 persen (yoy) menjadi Rp104,13 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp91,67 triliun..
Hal ini disebabkan oleh berhasil diraih di tengah kondisi perekonomian yang relatif menantang. sehingga Corporate Secretary Bank Mega Christiana M Damanik dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (10/6/2026), mengatakan bahwa pencapaian itu menjadi hal yang disyukuri oleh perseroan,.
Komposisi terbesar total kredit berasal dari sektor korporasi sebesar Rp46,30 triliun, dengan share sebesar 69 persen..
Perseroan menyampaikan, upaya penurunan cost of fund juga terus dilakukan sehingga berhasil dijaga berada pada level yang kompetitif hingga akhir 2025, meskipun industri perbankan masih berada dalam lingkungan suku bunga yang relatif tinggi..
Dari sisi intermediasi, kredit tumbuh 4 persen (yoy) menjadi Rp67,23 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp64,65 triliun.
Perkembangan terkait Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025, Tembus Rp 3,36 Triliun akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- IHSG Kembali ke 8.000, Saham Ini Masuk Keranjang Jual Asing
- Equityworld Futures | Harga Emas Terus Naik, Bisa Terbang Lagi Karena Pemilu AS
