Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait IHSG Kembali ke 8.000, Saham Ini Masuk Keranjang Jual Asing yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali ke level psikologis 8.000 pada awal pekan ini.
Sebanyak 433 saham naik, 252 turun,. Selain itu, 136 tidak bergerak..
Nilai transaksi mencapai Rp 17,87 triliun, melibatkan 40,69 miliar saham dalam 2,27 juta kali transaksi.
Perinciannya, sebesar Rp599,51 miliar di pasar reguler. Selain itu, sebesar Rp122,02 miliar di pasar negosiasi dan tunai..
Masing-masing mencatat net foreign sell Rp 263,6 miliar. Selain itu, 181,59.
Indeks ditutup melesat 1,22% ke 8,031,87 pada akhir perdagangan Senin (9/2/2026)..
Kemudian Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Selain itu, Bumi Resources (BUMI) juga ikut menjadi saham dengan net sell asing terbesar.
Namun demikian, investor asing tercatat masih melakukan penjualan bersih sebesar Rp721,54 di seluruh pasar.
Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham dengan net sell asing terbesar, yakni Rp 714,76 miliar. Seiring dengan tekanan jual asing, harga BBCA turun 2,28% ke level 7.500 pada perdagangan kemarin. .
Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan Senin:.
Perkembangan terkait IHSG Kembali ke 8.000, Saham Ini Masuk Keranjang Jual Asing akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Futures | Bukan China, Ada Kekuatan Lebih Ngeri di Balik Harga Emas Dunia
- Equityworld Futures | Harga Emas Jatuh! Tenang Masih Bisa Tembus US$ 2.000 Asal….
