0 0
Read Time:5 Minute, 2 Second

Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait DPR Respons Ide Bangun BUMN Tekstil Rp100 T: Uang Rakyat – Pasti Mati! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, besarnya pasar sandang nasional harus dijaga agar tidak dikuasai produk impor ilegal.

Tentu harus dipertanggungjawabkan,” tegas dia..

Hal ini disebabkan oleh lebih murah memukul langsung produk dalam negeri,” ucap dia. sehingga “Selain kerugian negara, tentu harga barang ini.

“Nah penekanan saya, sebelum usaha tekstil ini dibentuk, alangkah bijaknya regulasinya dulu diatur, antar kementerian dulu disinkronkan.

Tanpa perlindungan regulasi yang kuat, industri itu berpotensi gugur dengan serbuan masuknya barang impor..

“Terkait tekstil tadi, saya kepada Danantara, saya ingin pesankan, mendirikan pabrik itu gampang.

Dia pun menyoroti rencana investasi hampir Rp100 triliun di sektor tekstil yang harus dijaga dengan kebijakan yang tepat.

“Seperti saran teman saya, mbok industri yang sudah ada ini saja dipanggil, kumpulkan.

Dengan proyek ini, Indonesia ditargetkan dapat mendongkrak ekspornya menjadi US$40 miliar dari saat ini sekitar US$4 miliar..

Dia pun menyinggung. Selain itu, mengkaitkannya dengan nasib BUMN baja, PT Krakatau Steel Tbk..

Tapi menjalankan pabrik dengan alasan hanya lapangan kerja, ekspor, sudahlah pak, lupakan.

Menurutnya, persoalan utama terletak pada regulasi yang tidak sinkron antar kementerian..

Hal ini disebabkan oleh berisiko bagi kesehatan, melindungi industri pakaian jadi dalam negeri, khususnya UMKM, serta mencegah Indonesia menjadi tujuan limbah tekstil. sehingga Ia menegaskan, larangan impor pakaian bekas dilakukan.

Karena itu, ia menekankan perlunya pembenahan. Selain itu, sinkronisasi regulasi sebelum membentuk usaha tekstil baru..

Dengan berbagai macam standar, harganya sangat murah, kualitasnya juga memadai,” kata Senantara dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI, dikutip (7/2/2026)..

Kalau bapak tidak bisa memberikan penjelasan,” tukasnya..

“Impor pakaian bekas sudah dilarang sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan, Permendag No.

Jika diakumulasi, total nilai pakaian bekas impor ilegal yang berhasil disita pemerintah mencapai sekitar Rp248,11 miliar..

“Kita bisa lihat Krakatau Steel yang begitu dilindungi aja babak belur.

Ada yang menginginkan mendorong adanya produksi lokal, tetapi di sisi lain kementeriannya membuka impor selebar-lebarnya,” ujarnya..

“Data impor pakaian bekas melonjak pada tahun 2024 sekitar 3.865 ton,” ujarnya..

Apalagi industri tekstil yang akan bertarung dengan pasar bebas, pasti mati,” tukasnya..

Dengan jumlah penduduk 281,6 juta jiwa, belanja masyarakat untuk sandang diperkirakan mencapai Rp119,8 triliun per tahun..

“Ini yang saya lihat jangan sampai Danantara membuat proyek euforia.

Karena hampir semua barang impor cenderung membunuh produk lokal,” ujarnya..

Hal ini disebabkan oleh mereka juga bisa ekspor,” ucap Gobel. sehingga Atau dukungan apa bisa diberikan kepada pengusaha ini.

51 Tahun 2015 mengenai larangan impor pakaian bekas,” kata Faisol dalam kesempatan yang sama..

Menurut Faisol, rata-rata impor pakaian bekas mencapai 48% dibanding pakaian jadi baru. Selain itu, sangat merugikan negara serta industri dalam negeri..

Anggota Komisi VI DPR RI I Nengah Senantara menyoroti derasnya serbuan produk tekstil impor asal China yang dinilai menekan industri dalam negeri.

Ia pun mempertanyakan kemampuan industri tekstil baru untuk bersaing, terutama dari sisi harga.

Sejalan dengan itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan larangan masuknya pakaian bekas impor telah diatur dalam Permendag Nomor 47 Tahun 2025.

Sejumlah anggota Komisi VI DPR mengingatkan agar pemerintah agar tidak gegabah menggelontorkan dana besar tanpa pembenahan mendasar, terutama di sisi regulasi. Selain itu, perlindungan industri dalam negeri..

“Kalau seandainya kita mau membentuk usaha baru tekstil, apakah mampu bersaing.

“Nah yang saya pahami kenapa tekstil ini bangkrut, PHK ada di mana-mana, penyebab utamanya regulasinya.

Ia menilai banjir impor tersebut menjadi salah satu pemicu utama runtuhnya industri tekstil nasional hingga memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Namun, ia mengungkapkan impor pakaian bekas justru melonjak pada 2024.

40 Tahun 2022, yang sebelumnya sudah diatur di dalam Permendag No.18 2021. Selain itu, Permendag No.

Kalau tidak didukung dengan regulasi yang ketat,” katanya..

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto tengah berencana membangun pabrik tekstil yang ditujukan untuk memperkuat industri tekstil. Selain itu, produk tekstil (TPT) nasional.

Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana pemerintah membangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil dengan nilai investasi jumbo menuai sorotan tajam dari DPR RI.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi VI DPR RIΒ Rachmat Gobel mengkritisi rencana pemerintah membangun pabrik tekstil baru.

“Seperti yang terjadi sekarang, hampir semua tekstil pakaian itu sudah dikuasai oleh produk China.

“Berdasarkan hasil pengawasan pakaian bekas tersebut telah diambil langkah tindak lanjut pengenaan sanksi administrasi berupa penutupan lokasi. Selain itu, perintah pemusnahan barang,” kata Budi..

Ia mengatakan, pemerintah secara rutin melakukan pengawasan. Selain itu, penindakan terhadap peredaran pakaian bekas impor ilegal sejak 2022 di berbagai daerah..

Senantara kemudian memberi contoh harga kaos impor asal China yang dijual sangat murah di pasaran, yakni hanya Rp50.000 sudah bisa dapat 6 potong pakaian.

Yang menengah yang ada di Pekalongan, di daerah, itu kumpulkan.

Ia menegaskan, potensi pasar domestik yang besar seharusnya dapat dioptimalkan untuk memperkuat industri tekstil nasional melalui pengawasan ketat. Selain itu, penguatan industri dalam negeri..

Karena itu, lanjut Gobel, jika memang tak ada visi yang kuat membangun industri tekstil baru, lebih baik pemerintah mengambil cara lain untuk mendukung industri tekstil nasional..

Rencananya, pembangunan pabrik tekstil itu akan melibatkan dana dari Danantara, dialokasikan sebesar US$6 miliar (setara Rp 100,5 triliun, kurs Rp16.750/US$)..

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah telah melakukan studi untuk itu.

Regulasi antara kementerian yang satu dengan kementerian yang lainnya tidak nyambung.

Ia menyebut, saat ini hampir seluruh produk pakaian di pasar domestik dikuasai barang impor, dengan porsi China mencapai 90%..

Perkembangan terkait DPR Respons Ide Bangun BUMN Tekstil Rp100 T: Uang Rakyat – Pasti Mati! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *