0 0
Read Time:2 Minute, 7 Second

Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait AS – Iran Rembukan, Harga Minyak Longsor yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Ketegangan geopolitik dinilai belum sepenuhnya hilang, mengingat dinamika politik kawasan Timur Tengah yang masih rentan berubah cepat.

Dengan komunikasi yang kembali dibuka, pelaku pasar menilai risiko gangguan distribusi minyak khususnya di jalur strategis Selat Hormuz sementara ini dapat ditekan.

Brent tercatat sempat berada di atas US$70 per barel pada 29-30 Januari 2026, sebelum bergerak turun bertahap seiring meredanya risiko konflik di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, pasar masih bersikap hati-hati.

Sentimen utama datang dari berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik antara AS. Selain itu, Iran..

WTI juga mengikuti pola serupa, turun dari kisaran US$65 per barel ke area US$63 saat ini..

// .

Optimisme muncul setelah Amerika Serikat. Selain itu, Iran menyepakati kelanjutan dialog, yang menurunkan tensi geopolitik kawasan strategis energi tersebut..

Di saat yang sama, isu pembatasan ekspor minyak Rusia. Selain itu, penyesuaian kebijakan perdagangan energi global terus menjadi variabel tambahan yang membayangi pergerakan harga..

Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi harga yang sudah terlihat sejak akhir Januari.

Berdasarkan Refinitiv per pukul 09.25 WIB, harga minyak Brent turun ke level US$67,45 per barel, melemah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di US$68,05.

Dari sisi pasokan, peningkatan aktivitas pengeboran di Amerika Serikat juga ikut menahan laju harga.

Kenaikan jumlah rig energi memberi sinyal bahwa produksi berpotensi bertambah, memperkuat persepsi pasar bahwa pasokan global masih relatif terjaga dalam jangka pendek..

Hal ini disebabkan oleh menampung arus ekspor minyak dalam porsi besar perdagangan global. sehingga Jalur ini selama ini menjadi perhatian.

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Senin (9/2/2026) pagi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah..

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi ke US$63,02 per barel, dari US$63,55 pada perdagangan akhir pekan lalu..

Perkembangan terkait AS – Iran Rembukan, Harga Minyak Longsor akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *