EWF | Harga Minyak Dunia Kian Anjlok Efek Selat Hormuz Bakal Dibuka Jumat
Harga minyak dunia jenis Brent turun 5,1 persen menjadi US$78,96 per barel pada Selasa (16/6) waktu setempat, sedangkan WTI turun ke level US$76,05 per barel.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak dunia jenis Brent turun 5,1 persen menjadi US$78,96 per barel pada Selasa (16/6) waktu setempat, sedangkan WTI turun ke level US$76,05 per barel.
Presiden AS Donald Trump menyatakan kapal-kapal minyak mulai melintasi Selat Hormuz kembali setelah Washington dan Teheran menyepakati penghentian perang.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi rencana pembukaan Selat Hormuz menyusul kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bursa saham di kawasan Asia Pasifik melonjak setelah diumumkannya kerangka kesepakatan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Indeks acuan Nikkei 225 Jepang melesat 5,5...
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS lanjut mengalami penguatan, usai perjanjian damai antara AS dan Iran, menunjukkan meredanya eskalasi di Timur Tengah. Mengutip Bloomberg, rupiah menguat 151,5 poin...
Harga minyak mentah AS atau WTI dan Brent kompak turun setelah Presiden AS Donald Trump menuturkan sudah ada kesepakatan dengan Iran.
Donald Trump menyebut kesepakatan damai AS-Iran akan ditandatangani dalam waktu dekat dan diikuti pembukaan Selat Hormuz untuk semua pihak.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Iran disebut telah menyetujui untuk tidak memungut biaya tol dari kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan penyelesaian isu dengan Amerika Serikat (AS)....
Amerika Serikat telah menembak jatuh beberapa drone Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz pada Sabtu (13/6) pagi waktu setempat.
Iran bersikeras mempertahankan pengayaan uranium dan kendali Selat Hormuz dalam draf kesepakatan dengan AS, meski Donald Trump mengklaim perjanjian segera diteken.