EWF | Krisis Selat Hormuz, Penjualan Minyak Saudi ke China Diramal Anjlok 50%
Penjualan minyak mentah Arab Saudi ke China diperkirakan turun hingga 50% pada Mei 2026 seiring terganggunya jalur pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Penjualan minyak mentah Arab Saudi ke China diperkirakan turun hingga 50% pada Mei 2026 seiring terganggunya jalur pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Sebagian besar berada jalur pengiriman minyak di Timur Tengah karena sebagian besar produksi minyak global terjadi wilayah ini.
SELAT Hormuz bukan sekadar jalur perairan sempit di antara Oman dan Iran; ia adalah arteri utama yang memompa kehidupan bagi ekonomi global.
Analisis mendalam Prof. Jiang mengenai kegagalan negosiasi Islamabad, peran Israel, dan 5 alasan struktural mengapa blokade AS di Selat Hormuz justru memperlemah posisi Amerika.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (14/4/2026), turun 22 poin atau sekitar 0,13% ke level Rp17.127 per dolar AS.
Menlu Iran Abbas Araghchi mengingatkan tentang konsekuensi berbahaya dari tindakan provokatif Amerika Serikat di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Presiden Trump memerintahkan Angkatan Laut AS melakukan blokade total di Selat Hormuz untuk melumpuhkan ekonomi Iran.
Ekonom Mohamed A. El-Erian soroti risiko blokade Selat Hormuz yang picu lonjakan harga energi, helium, dan pupuk akibat ketegangan AS-Iran.
Donald Trump sebut blokade Selat Hormuz peluang ekspor minyak AS, namun harga BBM di SPBU terancam melonjak akibat menipisnya pasokan domestik.
Amerika Serikat (AS) menyatakan blokade di Selat Hormuz sudah mulai dilakukan.