EWF | Bos BI Yakin Rupiah Kembali Menguat Juli-September 2026
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan kembali menguat mulai Juli hingga September 2026.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan kembali menguat mulai Juli hingga September 2026.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat gejolak pasar global akan mulai melandai pada pertengahan pekan ini.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengucurkan sekitar Rp2 triliun per hari guna intervensi di pasar obligasi demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Ekonom mengingatkan jika tekanan rupiah berkepanjangan dapat mendorong risiko perlambatan produksi hingga penundaan ekspansi.
Bank Indonesia menyatakan cadangan devisa Indonesia masih lebih dari cukup untuk melakukan intervensi guna menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Bank Indonesia menilai rupiah masih stabil meski melemah ke Rp17.669 per dolar AS karena volatilitas tetap terjaga.
BI meningkatkan intervensi pasar valas dan menaikkan bunga SRBI demi menjaga rupiah serta menarik modal asing masuk ke Indonesia.
Kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini menjadi perhatian para investor, Luhut berpesan kepada OJK untuk tetap konsisten menjalankan dua tugas utama.
Gubernur Perry Warjiyo mengungkap tujuh langkah yang dilakukan bank sentral untuk penguatan nilai tukar rupiah yang tengah tertekan oleh dolar AS.
Pelemahan rupiah disebut hanya dipengaruhi faktor musiman dan sentimen jangka pendek, bukan masalah fundamental ekonomi Indonesia.