EWF | Isu Reshuffle Mereda, IHSG dan Rupiah Menguat
INDEKS harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Selasa (9/6), seiring meredanya spekulasi mengenai reshuffle kabinet.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
INDEKS harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Selasa (9/6), seiring meredanya spekulasi mengenai reshuffle kabinet.
Harga suku cadang kapal naik sekitar 30%-40%, oli naik hingga 60%, sementara biaya pengedokan kapal meningkat sekitar 20%.
Kenaikan suku bunga acuan jadi salah satu sentimen yang menguatkan IHSG dan rupiah.
Analis menilai, Bank Indonesia menaikkan BI Rate jadi 5,5% sentimen positif untuk rupiah tetapi masih perlu usaha lagi.
Pasar menilai janggal ekonomi RI masih tumbuh, tetapi dua indikator utama pasar keuangan, yakni kurs rupiah dan IHSG justru bergerak ke arah sebaliknya.
Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir berlangsung lebih dalam dibandingkan proyeksi yang disusun pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026.
Analis mengatakan penguatan Rupiah didorong oleh sentimen pasar yang membaik usai Iran dan Israel telah sepakat menghentikan serangan satu sama lain.
Mantan Menkeu, Chatib Basri menilai bahwa anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) tidak bisa hanya dilihat dari faktor fundamental ekspor-impor atau pertumbuhan ekonomi semata.
Berikut pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pada Selasa sore, (9/6/2026) setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,5%.
Chatib memperingatkan bahwa pelemahan rupiah akan mendorong kenaikan harga barang-barang impor dan bahan baku.