EWF | Rupiah Longsor ke Rp18.016 Jadi Terlemah Sepanjang Sejarah RI
Rupiah melemah 49 poin atau 0,27 persen dan kembali menyentuh level terlemah sepanjang sejarah setelah sehari sebelumnya ditutup di Rp17.966 per dolar AS.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Rupiah melemah 49 poin atau 0,27 persen dan kembali menyentuh level terlemah sepanjang sejarah setelah sehari sebelumnya ditutup di Rp17.966 per dolar AS.
Analis menuturkan, sentimen global akan pengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek.
Sejumlah sentimen global dan internal akan mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis, (4/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah yang mendekati level Rp 18.000 per dolar AS lebih banyak dipengaruhi sentimen negatif dan rumor di pasar. Menurut dia,...
Adapun dalam 24 jam terakhir, nilai tukar rupiah terpantau sempat menyentuh level terlemah di Rp18.013 per dolar AS.
Menkeu sekaligus Ketua KSSK, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan tegas terkait pergerakan nilai tukar rupiah yang terus melemah mendekati Rp18.000 per dolar AS.
Menkeu Purbaya membantah pelemahan rupiah mendekati Rp 18.000 per dolar AS dipicu kondisi fiskal. Menurutnya, pasar tengah dipengaruhi berbagai rumor.
Purbaya membantah anggapan yang menyebut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disebabkan kebijakan fiskal pemerintah yang ugal-ugalan.
Kemenhub akan melakukan penyesuaian terhadap harga tiket pesawat menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang tembus Rp17.900.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsal (PKB), Rina Sa’adah, mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dampak lonjakan kurs dolar Amerika Serikat terhadap sektor pangan nasional....