EWF | Rancangan Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai belum Pertimbangkan Dampak Struktural
Pengamat menilai aturan penyeragaman kemasan rokok berpotensi mengganggu ekosistem pertembakauan, memicu PHK, dan meningkatkan peredaran rokok ilegal.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Pengamat menilai aturan penyeragaman kemasan rokok berpotensi mengganggu ekosistem pertembakauan, memicu PHK, dan meningkatkan peredaran rokok ilegal.
Kebijakan kemasan rokok polos dinilai berisiko mengganggu industri hasil tembakau (IHT), mengancam tenaga kerja, hingga memicu maraknya peredaran rokok ilegal.
Kemasan berkembang dari pelindung produk menjadi alat komunikasi yang menyampaikan identitas, kualitas, dan karakter sebuah merek.
Perusahaan rokok global British American Tobacco (BAT) akan memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja sebagai bagian dari transformasi bisnis menuju perusahaan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Usulan produksi rokok murah untuk masyarakat menengah ke bawah menuai penolakan dari berbagai kalangan karena dinilai berpotensi memperparah tren downtrading dan mengganggu stabilitas penerimaan negara.
Kementerian Perindustrian akan menerbitkan aturan untuk membatasi jual beli alat dan bahan baku rokok untuk menekan peredaran rokok ilegal.
Poduk rokok ilegal memiliki risiko yang lebih tinggi.
Rencana aturan kemasan seragam untuk rokok dan vape terus digodok Kemenkes. Di sisi lain, kebijakan ini dibayangi potensi dampak ekonomi.
Penyelundupan 8,26 juta batang rokok ilegal atau tanpa pita cukai berhasil digagalkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengungkap modus pengiriman jutaan batang rokok ilegal tanpa cukai.