EQUITYWORLD FUTURES JAKARTA | Harga Minyak Tembus US$ 91, Ketegangan Timur Tengah Memanas
Harga minyak naik lebih dari 1 persen karena investor khawatir konflik Timur Tengah meluas setelah UEA memutus hubungan ekonomi dengan Iran.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak naik lebih dari 1 persen karena investor khawatir konflik Timur Tengah meluas setelah UEA memutus hubungan ekonomi dengan Iran.
Harga minyak dunia naik tipis ke US$91,28 per barel pada perdagangan Rabu (19/8), memperpanjang penguatan untuk hari keempat berturut-turut.
Pergerakan harga minyak masih dipengaruhi negosiasi Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz.
Harga minyak dunia melesat ke US$91 per barel pada Selasa (18/8), didorong meredupnya harapan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga minyak dunia melesat ke US$91 per barel pada Selasa (18/8), didorong meredupnya harapan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga minyak dunia naik setelah Iran menolak memperpanjang kesepakatan dengan AS dan mengancam meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz.
Harga minyak mentah dunia bergerak tertahan (treads water) pada perdagangan awal pekan, Senin (17/8/2026) seiring tersendatnya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.
Harga minyak dunia melonjak dengan Brent mencatat kenaikan mingguan sekitar 6% di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz dan belum adanya kemajuan dalam perundingan perdamaian antara AS dan Iran.
Pengamat memprediksi harga minyak mentah WTI berpotensi melampaui US$90 per barel akibat memanasnya tensi geopolitik di Selat Hormuz, Laut Merah, hingga Afrika.
Gangguan pasokan minyak dunia mencapai rekor pada Maret 2026, akibat penutupan Selat Hormuz yang menghilangkan 10,1 juta barel per hari dari pasar global.