EWF | Harga Minyak Turun ke US$78,66 per Barel usai AS-Iran Sepakat Damai
Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (18/6), setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (18/6), setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara.
Presiden AS Donald Trump telah mengakui bahwa cadangan minyak global akan habis dalam waktu sekitar empat minggu jika tak ada kesepakatan dengan Iran.
Ancaman baru Donald Trump terhadap Iran mendorong harga minyak dunia menguat meski prospek jangka panjang dibayangi risiko kelebihan pasokan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, termasuk Pertamax, berpeluang mengalami penurunan apabila harga minyak mentah dunia turun. Juru...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Indonesia tetap melanjutkan proses impor minyak mentah dari Rusia. Hal itu dilakukan, meskipun jalur pelayaran di Selat Hormuz...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat memberikan kepastian bagi perekonomian global dan...
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pembahasan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat tetap dilanjutkan.
arga minyak dunia memang turun setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan memorandum kesepahaman (MoU
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menilai kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut berkontribusi pada penurunan harga minyak dunia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bicara terkait potensi penurunan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.