EWF | Harga Minyak Tergelincir, Negosiasi AS dan Iran jadi Pemicu
Harga minyak Brent dan WTI kompak turun 1% seiring kemajuan positif negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak Brent dan WTI kompak turun 1% seiring kemajuan positif negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (2/7), setelah AS dan Iran dilaporkan mencatat kemajuan dalam perundingan tidak langsung di Doha.
Iran mengekspor sekitar 50 juta barel minyak mentah dalam dua pekan setelah Amerika Serikat mencabut blokade laut terhadap pelabuhan energi negara tersebut.
Pernyataan Donald Trump mengenai kemajuan pembicaraan AS-Iran di Qatar menekan harga minyak dunia, di tengah harapan pemulihan pasokan dari Timur Tengah.
Setelah beberapa bulan lalu dicekam ketakutan akan kelangkaan energi akibat konflik geopolitik, pasar minyak mentah global kini justru bersiap menghadapi ancaman baru banjir pasokan raksasa.
Harga minyak dunia melemah 1 persen pada Selasa (30/6) jelang perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Doha, Qatar.
Pasar minyak memasuki babak baru setelah ketegangan di Timur Tengah mulai mereda.
Harga minyak dunia menguat meski Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan serangan. Pasar masih mewaspadai risiko gangguan pasokan.
Ukraina perluas serangan drone jarak jauh ke kilang minyak Rusia di Krasnodar dan Yaroslavl guna mengganggu logistik militer Moskow.
Harga minyak dunia naik pada Senin (29/6) didorong aksi saling serang antara AS dan Iran kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.