EWF | Harga Minyak Masih Tinggi, Konflik AS-Iran Memanas
Harga minyak dunia bergerak stabil setelah AS kembali memblokade pelabuhan Iran dan melancarkan serangan baru di sekitar Selat Hormuz.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak dunia bergerak stabil setelah AS kembali memblokade pelabuhan Iran dan melancarkan serangan baru di sekitar Selat Hormuz.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan pemerintah terus mengantisipasi dampak meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah terhadap perekonomian nasional, termasuk potensi kenaikan harga minyak dunia. Menurutnya,…
Kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah diprediksi memicu kenaikan harga BBM non-subsidi di Indonesia pada awal Agustus 2026.
Harga minyak dunia berpeluang kembali mendekati US$100 per barel apabila infrastruktur energi di kawasan Teluk mengalami kerusakan.
Harga minyak WTI dan Brent melejit tetapi masih di bawah US$ 100 setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Iran.
GABUNGAN Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan The Fat and Oil Union of Russia.
Mendag Budi Santoso menjelaskan, Mei 2026 terjadi defisit karena impor migas tinggi.
Harga minyak dunia melonjak 2 persen pada Selasa (14/7), dan menyentuh level tertinggi sejak 17 Juni gara-gara AS-Iran saling serang.
Harga minyak Brent melonjak hampir 10% setelah Presiden AS Donald Trump kembali memberlakukan blokade ke Iran di tengah memanasnya konflik di Selat Hormuz.
Harga minyak dunia naik 3 persen ke US$78 per barel setelah Iran memperluas serangan ke negara Teluk untuk membalas gempuran AS.