EWF | Harga Minyak Menanjak Jadi US$113 Imbas Trump Ultimatum Iran
Harga minyak naik pada Senin (23/3) pagi setelah Presiden AS Donald Trump memberi Iran ultimatum 48 jam untuk membuka Selat Hormuz.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak naik pada Senin (23/3) pagi setelah Presiden AS Donald Trump memberi Iran ultimatum 48 jam untuk membuka Selat Hormuz.
Harga emas merosot menjelang Idulfitri akibat konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak. Namun, ini bisa jadi momen baik untuk investasi logam mulia.
Presiden AS Donald Trump yang melonggarkan sanksi sehingga membuat negara-negara lain membeli minyak Rusia untuk antisipasi dampak perang Iran.
Harga bahan bakar minyak (BBM) di 95 negara dilaporkan naik setelah konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mengganggu pasokan energi global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi wacana pemangkasan gaji pejabat untuk merespons dampak perang AS-Iran, menyebut gaji saat ini terlalu besar.
Wacana pemangkasan gaji pejabat mengemuka usai dipaparkan Presiden Prabowo Subianto di Sidang Kabinet pekan lalu.
Pemerintah mulai menyiapkan skema untuk mengantisipasi dampak perang Amerika Serikat (AS) dan Iran terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi global.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso telah mengumpulkan para eksportir yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (13/3/2026) pagi, bergerak melemah seiring ekspektasi pelaku pasar bahwa The Fed akan bersikap hawkish (ketat) akibat...