0 0
Read Time:5 Minute, 48 Second

Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Indonesia dalam Epos Capitalocene yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Artinya, menyamakan seluruh manusia sebagai pelaku, tanggung jawab kapitalisme sebagai tatanan historis justru menghilang..

Dengan demikian, membaca Indonesia dalam epos kapitalosen berarti mengakui bahwa solusi krisis ekologis hari ini tidak cukup berhenti pada perubahan perilaku individu atau teknologi ramah lingkungan semata.

Meskipun demikian, menanggung dampak paling berat. sementara Sebaliknya, masyarakat lokal. Selain itu, kelompok sosial yang termarjinalkan secara ekonomi justru memberikan kontribusi paling kecil terhadap krisis lingkungan,.

Mereka menegaskan bahwa pola produksi. Selain itu, konsumsi yang terus didorong oleh mitos pertumbuhan tinggi akan membawa Bumi melampaui batas ekologisnya dalam satu abad..

Dalam konteks Indonesia, rezim developmentalisme bahkan menjadikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai tameng ideologi untuk melegitimasi eksploitasi besar-besaran sumber daya alam.

Alih-alih menghadirkan kesejahteraan, eksploitasi sumber daya alam mengalihkan risiko ekologis kepada kelompok rentan, sementara keuntungan menumpuk pada elit. Selain itu, korporasi.

Tetapi yang dibutuhkan adalah transformasi mendasar atas paradigma pembangunan, relasi kuasa, serta sistem ekonomi yang selama ini mengorbankan keberlanjutan ekologis. Selain itu, keadilan sosial..

Moore kemudian menawarkan suatu alternatif gagasan lain yang menurutnya bisa menggambarkan dominasi manusia atas Bumi, yaitu Capitalocene (Kapitalosen) atau era kapital (Moore, 2016)..

Hal ini disebabkan oleh menanggap bahwa antroposen gagal melihat secara jernih problem sebenarnya yang mendasari penguasaan manusia atas alam, yaitu akumulasi kapital sehingga Moore, profesor sosiologi di Birmingham University,.

Paradigma ini kemudian melahirkan kapitalisme sumber daya alam yang menempatkan komodifikasi hutan, tambang,. Selain itu, kekayaan hayati sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Ideologi developmentalistik telah menempatkan manusia sebagai determinan utama yang mempengaruhi keberlanjutan Bumi.

Era ini oleh Paul Crutzen disebut sebagai era Anthropocene, suatu epos geologi yang ditandai dengan penguasaan habis-habisan manusia atas Bumi, serta mempengaruhi sistem geologi. Selain itu, ekologi planet ini..

Mulai dari era Orde Lama yang ditandai dengan izin eksploitasi galian strategis bagi perusahan negara. Selain itu, swasta berkebangsaan Indonesia.

Pandangan kritis terhadap ideologi tersebut juga disampaikan Sonny Keraf dalam tulisannya berjudul Bencana Ekologis Sumatera. Selain itu, Mitos Pertumbuhan Tinggi (Kompas, 25/01/2026).

Berlanjut ke era Orde Baru dengan masuknya perusahaan asing pertama (PT.

Membaca Indonesia dalam epos kapitalosen berarti mengakui bahwa solusi krisis ekologis hari ini tidak cukup berhenti pada perubahan perilaku individu atau teknologi ramah lingkungan semata..

Dalam Our Capitalogenic World: Climate Crisis, Class Politics, and the Civilizing Project (2023), Moore menjelaskan bahwa istilah “antroposen” yang menyalahkan manusia secara kolektif menyamarkan relasi kuasa, perbedaan kelas,. Selain itu, sejarah kolonial yang menjadi mesin utama kerusakan ekologi.

Ia menegaskan bahwa obsesi terhadap pertumbuhan ekonomi tinggi tidak lebih dari sebuah mitos yang justru melanggengkan masalah menjadi semakin parah.

Hal ini disebabkan oleh kontribusi manusia terhadap kerusakan ekologi tidak setara sehingga Generalisasi semacam ini menjadi problematik.

Tulisan dari Arifin Muhammad Ade tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan.

Akibatnya, ekspansi industri ekstraktif semakin masif, konflik tenurial meningkat,. Selain itu, kerusakan ekologis makin meluas..

Negara pun berperan aktif memfasilitasi ekspansi kapital melalui regulasi, perizinan,. Selain itu, proyek strategis nasional..

Faktanya, sebagian besar emisi karbon. Selain itu, degradasi lingkungan dihasilkan oleh segelintir korporasi multinasional yang menopang sistem ekonomi global berbasis ekstraktif dan akumulasi.

Pendapat serupa juga diutarakan Vandana Shiva dalam The Nature of Nature: The Metabolic Disorder of Climate Change (terjemahan; Kodrat Alam: Gangguan Metabolik Perubahan Iklim.

Seiring pergantian pemerintah dari masa ke masa, berbagai regulasi terus mewarnai praktik pertambangan di Indonesia.

Belakangan, istilah antroposen kemudian dikritik oleh Jason W.

Kapitalisme sumber daya alam tumbuh subur, sementara risiko ekologis dialihkan kepada masyarakat.

Namun sayangnya masih diabaikan banyak negara, termasuk Indonesia..

Dalam kerangka ini, Pasal 33 UUD 1945 yang seharusnya menjamin pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, justru direduksi menjadi legitimasi eksploitasi.

Indonesia merupakan contoh nyata bagaimana logika kapitalosen bekerja.

Saat itu, pemerintah Hindia belanda mendirikan kantor layanan pertambangan (Dienst van hen Minjnwezen) yang bertempat di Batavia (sekarang Jakarta).

Segelintir korporasi. Selain itu, elit ekonomi-politik menikmati akumulasi keuntungan, sementara kerusakan lingkungan diwariskan lintas generasi..

Bencana tersebut merupakan akumulasi dari pengelolaan sumber daya alam yang eksploitatif. Selain itu, mengabaikan daya dukung lingkungan, sekaligus menandai kegagalan ideologi pembangunan yang memuja pertumbuhan ekonomi tinggi..

Berbagai aktivitas manusia terbukti telah mengubah. Selain itu, menekan beragam ekosistem di seluruh planet.

Dilansir walhi.or.id (10/08/2021), perkembangan industri ekstraktif (pertambangan) di Indonesia bermula dari masa kolonial Belanda.

Dalam buku tersebut Shiva menulis bahwa manusia sebagai spesies tidak menyebabkan bencana iklim atau kepunahan, melainkan praktek eksploitatif. Selain itu, tidak terkendali dari kelompok 1%-lah yang menyebabkannya.

Dari sini sektor tersebut mulai menggeser kedudukan rempah-rempah yang sebelumnya merupakan komoditi unggulan kala itu..

Rangkaian sejarah tersebut menunjukan adanya kesinambungan logika kapitalosen dalam tata kelola sumber daya alam Indonesia.

Hutan direduksi menjadi kayu. Selain itu, lahan konsesi, sementara wilayah masyarakat adat dialihfungsikan atas nama investasi.

Pemerhati Lingkungan. Selain itu, Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Konservasi Biodiversitas Tropika, IPB University.

Frasa “……sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”, kemudian direduksi menjadi pembenaran bagi pembabatan hutan untuk food estate, perluasan pertambangan,. Selain itu, penggusuran masyarakat adat atas nama pembangunan dan investasi..

Sejak era kolonial hingga sekarang, alam diposisikan sebagai komoditas yang harus diekstraksi demi kepentingan pertumbuhan ekonomi..

Cikal bakal industri ekstraktif ini juga tidak terlepas dari munculnya Revolusi Industri yang terus meluas di Eropa.

Bencana pun menjadi ketidakadilan yang dilembagakan, sekaligus penanda kegagalan negara dalam menempatkan manusia. Selain itu, keberlanjutan lingkungan sebagai dasar pembangunan..

Kelompok inilah yang oleh Moore disebut kapitalosen..

Rangkaian bencana ekologis yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia beberapa waktu terakhir, tidak dapat lagi dipahami sebagai peristiwa alam semata.

Sejak era kolonial hingga sekarang, alam diposisikan sebagai komoditas yang harus diekstraksi demi kepentingan pertumbuhan ekonomi.

Meski peringatan tersebut telah lama disampaikan, orientasi pembangunan berbasis eksploitasi tetap menjadi pilihan utama, termasuk di Indonesia.

Kritik terhadap ideologi developmentalistik sebenarnya telah muncul sejak 1972.

Negara pun hadir sebagai aktor kunci yang menjamin keberlangsungannya..

Dari era kolonialisme hingga rezim pembangunan hari ini, kebijakan pertambangan. Selain itu, ekstraksi sumber daya terus diarahkan untuk mendukung akumulasi kapital.

4 Tahun 2009 yang menjadi acuan baru dalam pelaksanaan aktivitas pertambangan mineral. Selain itu, batubara..

Epos kapitalosen di Indonesia juga ditandai oleh ketimpangan tanggung jawab ekologis.

Melalui buku berjudul The Limits of Growth, The Club of Rome yang beranggotakan pakar pembangunan. Selain itu, ekonomi, memperingatkan para pembuat kebijakan tentang jebakan pertumbuhan tanpa batas.

Indonesia merupakan contoh nyata bagaimana logika kapitalosen bekerja.

Inc), hingga pasca Orde Baru dengan disahkannya UU No.

Konstruksi pembangunan semacam ini bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga memperlebar ketimpangan struktural.

Perkembangan terkait Indonesia dalam Epos Capitalocene akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *