0 0
Read Time:3 Minute, 49 Second

Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait KBRI Bicara Kasus WNI Korban Kecelakaan di Singapura yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Apalagi, lanjut Thomas, suami Raisha, Ashar Ardianto, juga telah meminta agar pelaku dapat diproses hukum. Selain itu, dijatuhi hukuman seadil-adilnya..

KBRI Singapura buka suara soal kecelakaan yang menimpa Warga Negara Indonesia (WNI) di Singapura, Raisha Anindra Pascasiswi (31). Selain itu, putrinya, Sheyna Lashira Smaradiani (6).

Berdasarkan informasi yang diterima KBRI dari suami korban, tim medis masih melakukan observasi lanjutan. Selain itu, akan melakukan tindakan medis di bagian paru-paru..

“Alhamdulillah, saat saya menjenguk di rumah sakit, Bu Raisha sudah sadar. Selain itu, bisa berkomunikasi, meskipun kondisinya masih lemah,” ujar Thomas kepada kumparan..

“Nah ini nanti tentu polisi melalui pengumpulan bukti-bukti, melalui proses investigasi secara forensik ya, termasuk mungkin saksi-saksi mata kalau ada juga diperiksa semuanya, nanti tentu mereka akan memanggil kembali pelaku.

Thomas belum merinci identitas sang sopir.

Mereka ditabrak pengendara mobil saat menyeberang di Jalan South Bridge, Singapura, pada Jumat (6/2)..

Hal ini disebabkan oleh kan ini dia statusnya belum bisa disimpulkan sebagai terdakwa, karena kan belum ada keputusan pengadilan sehingga “Tapi itu dia,.

Salah satu bentuknya, kata Thomas, ialah dengan menyiapkan pengacara..

Penundaan tersebut dilakukan untuk mencegah risiko syok berat yang bisa membahayakan kondisi Raisha, mengingat saat kejadian ia juga sempat berada dalam kondisi kritis..

Meskipun demikian, detailnya masih menunggu hasil observasi lebih lanjut,” kata Thomas. sementara “Dokter menyampaikan akan ada penanganan di bagian paru-paru,.

Ya kan, tapi sesuai dengan aturan di Singapura ini, seseorang tidak bisa ditahan lebih dari 48 jam kalau belum diputuskan oleh pihak pengadilan,” jelas Thomas..

KBRI juga akan memberikan bantuan terkait hal itu..

Jenazahnya pun telah dibawa ke Indonesia. Selain itu, dimakamkan di TPU Tanah Kusir..

Nah kita KBRI juga mencarikan jalan keluar untuk itu.

Thomas telah menjenguk Raisha yang dirawat di Singapore General Hospital (SGH) Senin (9/2).

Dan kami sudah sampaikan ke pihak keluarga, kita akan pertemukan nanti dengan pihak pengacara kita dengan pihak keluarga supaya nanti pengacara bisa menggali lebih banyak lagi informasi dari pihak keluarga,” terangnya..

Jadi sesuai aturan, dia dibebaskan,” tambah dia..

“Artinya selama tinggal di sini kan dia juga mungkin memerlukan bantuan tempat tinggal.

Hal ini disebabkan oleh memang pihak keluarga, Mas Ashar tadi menyatakan beliau menginginkan supaya ini diproses hukumnya untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya ya,” ungkap Thomas. sehingga “Ya kan,.

KBRI Singapura akan memberikan pendampingan hukum kepada para korban.

Thomas menyebut, Ashar juga akan tinggal di Singapura untuk sementara waktu selama istrinya masih menjalani perawatan.

Thomas mengungkapkan, Raisha baru mengetahui kabar meninggalnya Sheyna, sehari setelah kecelakaan terjadi, atas pertimbangan medis dari dokter..

Kita juga mencarikan kesempatan untuk dia bisa tinggal untuk, untuk tidak terlalu berat menanggung biayanya sendiri untuk selama tinggal di Singapura,” paparnya..

Baru hari kedua setelah kejadian, setelah dokter menyatakan aman, kabar itu disampaikan,” ujar Thomas..

“Jadi sekarang ini statusnya masih tersangka dia,” kata Thomas kepada kumparan, Senin (9/2)..

Ia masih menjalani perawatan di Singapore General Hospital..

“Kita dari KBRI akan terus mendampingi, memberikan bantuan baik itu apa yang terkait dengan proses pengobatan di sini,” ucap Thomas..

“Jadi di hari pertama itu sudah langsung dilakukan penahanan terhadap pelaku.

“Nah itu juga kita sampaikan, oke, dengan demikian kami KBRI juga kebetulan punya mitra pengacara yang biasa membantu KBRI.

Di sisi lain, Thomas memastikan, pihaknya juga akan memberikan bantuan untuk Raisha yang masih dirawat..

Wakil Kepala Perwakilan RI di Singapura, Thomas Ardhian Siregar, mengungkapkan pengendara mobil yang menabrak Raisha. Selain itu, Sheyna telah ditetapkan sebagai tersangka..

Raisha saat ini masih menjalani perawatan di ruang High Dependency Unit (HDU).

Hal ini disebabkan oleh khawatir kondisi Bu Raisha drop sehingga “Suaminya sebenarnya ingin langsung memberi tahu, tapi dokter tidak mengizinkan.

Meski tak ditahan, Thomas memastikan, kepolisian setempat masih terus melakukan pendalaman terkait kecelakaan ini..

Dokter ingin memastikan kondisi fisik. Selain itu, mental pasien cukup stabil sebelum menerima kabar duka itu,” tambahnya..

Dia hanya bilang, sopir langsung diamankan oleh pihak kepolisian setempat usai kejadian..

Perkembangan terkait KBRI Bicara Kasus WNI Korban Kecelakaan di Singapura akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *