0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

Equityworld Futures | Harga Emas Kembali Terbang, Ini Syarat Agar Harganya Pecah Rekor

Equityworld Futures | Harga emas naik lebih dari 1% pada Kamis seiring turunnya harga minyak akibat optimisme bahwa konflik Iran dapat segera berakhir.

Kondisi ini menekan dolar Amerika Serikat (AS) dan mendorong imbal hasil obligasi turun, sehingga meningkatkan daya tarik emas.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (4/6/2026) ditutup di posisi US$ 4473,89 per troy ons. Harganya melonjak 0,95%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya ambles 1,2% pada perdagangan Rabu.

Pada hari ini harga emas mulai melandai. Pada Jumat (4/6/2026) pukul 06.35 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4465,51 per troy ons atau melemah 0,18%.

Menurut analis independen Tai Wong, laporan mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga membantu harga emas bertahan di atas level teknikal penting rata-rata pergerakan 200 hari.

Indeks dolar ditutup di 99,41 pada perdagangan kemarin dari posisi Kamis di 99,5. Pembelian emas Global dikonversi ke dolar sehingga pelemahan dolar AS membuat permintaan naik.

Israel dan Lebanon pada Rabu malam menyatakan telah sepakat menerapkan gencatan senjata. Kesepakatan ini memicu harapan akan tercapainya perundingan antara Washington dan Teheran. Harga minyak pun turun lebih dari 3% karena pasar berharap Selat Hormuz kembali dibuka.

Sementara itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, termasuk tenor 10 tahun, semakin meningkatkan daya tarik emas yang dianggap sebagai aset aman (safe haven).

Meski demikian, Wong menilai peluang emas kembali mencetak rekor tertinggi tahun ini masih kecil. Rekor kemungkinan bisa dengan syarat tercapai gencatan senjata permanen dengan Iran yang membuka kembali Selat Hormuz dan meredakan kekhawatiran pasar terhadap suku bunga yang lebih tinggi.

“Rekor harga emas baru tahun ini tampaknya semakin sulit tercapai, kecuali jika ada gencatan senjata yang jelas dan berkelanjutan dengan Iran yang memungkinkan Selat Hormuz dibuka kembali. Dengan begitu, harga energi bisa turun dan pasar tidak lagi khawatir terhadap kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi,” kata Tai Wong, dikutip dari Refinitiv.

Emas, yang dikenal sebagai aset lindung nilai saat ketidakpastian meningkat, sempat mencetak rekor tertinggi US$5.594,82 per troy ons pada 29 Januari.

Namun sejak konflik Iran pecah pada akhir Februari, harga emas telah terkoreksi sekitar 16%. Tingginya suku bunga juga menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data ketenagakerjaan AS untuk Mei pada Jumat, yang akan menjadi petunjuk penting mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.

Profil Perusahaan
Ilustrasi Transaksi
Legalitas Bisnis
Hubungi Kami

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By ewfssc

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *