Equityworld Futures SSC JAKARTA – Pergerakan pasar terkini: Equityworld SSC JAKARTA | MSCI dan Moody’s Bayangi Rupiah, Target Akhir Tahun Rp16.800. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, Equityworld Futures — Nilai tukar rupiah diperkirakan akan berkisar di level Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS pada akhir tahun ini. Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan tetap akan ada potensi risiko dan tekanan terhadap nilai tukar menengah secara jangka pendek. Antara lain, adanya risiko global dan penilaian dari lembaga pemeringkat luar negeri seperti MSCI dan Moody’s Ratings. “Kami melihat bahwa nilai tukar rupiah akan cenderung relatif stabil di akhir tahun ini di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800,” tutur Josua dalam PIER Economic Review 2025 secara virtual, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, potensi penguatan mata uang garuda itu masih tetap terbuka. Sebab, pelemahan nilai tukar rupiah disebut lebih banyak terpengaruh oleh faktor sentimen. Josua menyebut pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen global dan faktor eksternal, termasuk persepsi pasar terhadap MSCI.
Kenapa ini penting?
Jika sentimen global mereda, nilai tukar rupiah berpeluang kembali ke level fundamental, terlebih bila saat ini dinilai undervalued. Dari sisi domestik, Josua menyoroti transmisi penurunan suku bunga ke perbankan masih terbatas karena biaya dana bank yang masih ketat. Persaingan penghimpunan dana tinggi, terutama dari deposan besar seperti BUMN di bank Himbara yang masih meminta suku bunga deposito tinggi, sehingga menahan penurunan suku bunga. Meski demikian, Josua menilai likuiditas perbankan secara umum masih berada dalam kondisi aman, didukung oleh penempatan dana pemerintah serta risiko kredit yang masih terkendali. “Karena kondisinya memang kalau kita lihat dari sisi selama kalau likuiditasnya ample, karena kan kita juga, perbankan juga tadi didukung juga oleh penempatan dana SAL pemerintah, sehingga makanya likuiditasnya juga masih tetap baik,” kata Josua.
Ke depan, ia memperkirakan transmisi suku bunga akan tetap berlanjut, meski dengan kecepatan yang berbeda antarbank, tergantung kondisi likuiditas dan risk appetite masing-masing. Di sisi lain, ia mengatakan masyarakat yang tidak terpapar nilai tukar, sebenarnya tidak perlu panik.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures SSC JAKARTA mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Equityworld Futures : Ini 10 Penguasa Pertahanan Eropa yang Jadi Pr…
- → Equityworld SSC JAKARTA | Terungkap! Ini Modus Influencer BVN Goreng Saham
- → Equityworld Futures : Negara Krisis-Pengangguran Menggila, Pemerint…
