Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Tak Cukup RBC, Kesehatan Asuransi Harus Diukur dari 2 Aspek Ini yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Karena harus ada dana yang cukup saat klaim hari ini,” ujarnya dalam RDPU Panja RUU Pengembangan. Penguatan Sektor Jasa Keuangan (PPSK) di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (12/2/2026)..
“Jadi berapa ratio biaya, berapa ratio akuisisimu dibandingkan dengan preminya.
Makanya faktor likuiditas juga sangat penting.
Nah itu adalah tahap-tahapannya yang memang memerlukan koordinasi baik antara regulator industri perasuransian,” tutupnya..
Ia memberi contoh perbedaan premi kendaraan roda dua. roda empat.
“Jadi kalau dia (perusahaan) menetapkan tarif di bawah itu, sudah pasti dia tidak akan bisa membayar.
Sebaliknya, perusahaan dengan tata kelola kurang baik dapat dikenakan iuran lebih besar sebagai bentuk disiplin pasar..
Ia melanjutkan, meskipun RBC tetap menjadi indikator penting, aspek likuiditas tak kalah penting.
Jadi tidak cuma sekedar RBC, tapi juga likuiditas kecepatan dia untuk mendapatkan uang dalam bayar klaim,” jelasnya..
Jakarta, CNBC Indonesia – Industri asuransi memang telah dirancang dengan prinsip dasar keseimbangan antara aset. kewajiban (liability).
Dengan dasar aktuaria yang kuat, perusahaan asuransi seharusnya mampu menjaga kecukupan modal. stabilitas keuangannya..
Achmad menjelaskan, dalam praktik asuransi, penetapan tarif premi harus berbasis aktuaria. statistik risiko.
“Tinggal dilihat bagaimana saat ternyata pelaksanaan resolusinya.
Keseimbangan tersebut diukur secara kuantitatif melalui indikator Risk Based Capital (RBC)..
Selain RBC. likuiditas, Achmad menyoroti pentingnya kombinasi rasio.
Kalau ternyata combine ratio-nya lebih besar dari premi murninya, bebannya besar pada masyarakat,” ucapnya..
Rasio ini mengukur perbandingan antara biaya klaim, biaya administrasi,. biaya akuisisi terhadap premi yang diterima..
“Tidak bisa kemudian hari ini ada klaim, tiba-tiba dia harus menjual bangunan, menjual gedung, kantornya, itu tidak mungkin.
Perusahaan yang memiliki manajemen risiko baik, likuiditas kuat,. efisiensi terjaga seharusnya mendapat insentif berupa iuran penjaminan yang lebih kecil.
Asuransi Asei Indonesia Achmad Sudiyar Dalimunthe yang mewakili pelaku usaha asuransi mengatakan, melihat kesehatan perusahaan asuransi tidak cukup hanya dari RBC semata.
Meskipun demikian, perlu diukur melalui likuiditas. kombinasi rasio. sementara Meskipun RBC telah mencerminkan kemampuan pembayaran klaim,.
“Bukan cuma sekedar RBC, tetapi likuiditas perlu.
Menurutnya, likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban klaim secara cepat tanpa mengganggu operasional..
Kita lihat yang sudah kelihatan dari statistik,” ucapnya..
Perkembangan terkait Tak Cukup RBC, Kesehatan Asuransi Harus Diukur dari 2 Aspek Ini akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Futures | Harga Emas Loncat di Tengah Ketegangan Dagang dan Dolar Lesu
- Equityworld Futures | Rekor Baru! Harga Emas Dunia Tertinggi Sepanjang Masa
