0 0
Read Time:2 Minute, 56 Second

Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Harga Nikel Menguat Usai RI Pangkas Kuota Tambang Nikel Raksasa yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Eramet, yang sahamnya tercatat di Paris. tengah menghadapi isu tata kelola, termasuk salah satu yang terdampak pelemahan harga.

Kebijakan ini memperketat pasokan dari negara yang kini menjadi produsen nikel dominan secara global..

BHP, yang sebelumnya merupakan salah satu produsen nikel terbesar dunia, telah menutup operasinya di tengah kondisi pasar yang lesu.

Aturan tersebut mendorong pembangunan fasilitas pengolahan. pemurnian (smelter) di dalam negeri, yang banyak didukung investasi besar dari perusahaan China..

Hal ini disebabkan oleh belum memperoleh persetujuan. kuota produksi untuk tahun 2026. sehingga Sementara itu, perusahaan tambang asal Brasil, Vale, pada Januari lalu juga mengumumkan penghentian sementara operasional nikel di Indonesia.

Langkah ini diambil setelah beberapa tahun terakhir pasar dibanjiri pasokan, yang menyebabkan harga nikel tertekan. bertahan di bawah US$20.000 per ton dalam 18 bulan terakhir..

Sejumlah perusahaan tambang Barat bahkan memilih hengkang dari bisnis nikel Indonesia..

Berdasarkan data Macquarie, Indonesia menyumbang sekitar 65% pasokan nikel olahan global pada 2025, melonjak drastis dari hanya 6% pada 2015.

Sejak awal tahun, harga nikel memang telah menunjukkan tren penguatan, didorong ekspektasi pengetatan kuota produksi di Indonesia..

Pangsa pasar ini diperkirakan masih akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan..

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga nikel dunia kembali menguat setelah pemerintah Indonesia memutuskan memangkas tajam kuota produksi di Weda Bay, yang menjadi tambang nikel terbesar di dunia.

Tekanan harga sebelumnya juga berdampak pada sejumlah perusahaan tambang global..

Tujuannya, untuk menopang harga agar lebih stabil serta membantu perusahaan domestik yang menghadapi tekanan margin. potensi kerugian akibat harga rendah.

Sementara itu, Anglo American sedang dalam proses menjual bisnis nikelnya kepada MMG Singapore Resources, bagian dari grup MMG yang dikendalikan China..

Transformasi industri nikel Indonesia tidak lepas dari kebijakan pelarangan ekspor bijih mentah sejak 2020.

Meski demikian, Eramet menyatakan tetap berkomitmen menjaga komunikasi dengan pemerintah Indonesia. berencana mengajukan revisi kuota agar dapat memperoleh volume produksi yang lebih tinggi..

Pemerintah kini berupaya menyeimbangkan pasar melalui sistem perizinan. kuota.

Indonesia dalam satu dekade terakhir telah bertransformasi dari pemain kecil menjadi raksasa nikel dunia, dengan kontribusi sekitar dua pertiga produksi global.

Tambang Weda Bay yang dioperasikan oleh perusahaan Prancis Eramet bersama grup Tsingshan Holding asal China, hanya mendapatkan izin memproduksi 12 juta ton bijih nikel pada tahun ini..

Namun lonjakan produksi tersebut memicu kelebihan pasokan (oversupply) yang menekan harga, terutama untuk komoditas yang digunakan dalam industri baja tahan karat. baterai kendaraan listrik..

Angka tersebut turun dari 379 juta ton pada 2025..

Mengutip Financia Times, harga nikel acuan di London Metal Exchange (LME) naik sekitar 2% mendekati level US$18.000 per ton.

Secara keseluruhan, pemerintah berencana memangkas kuota produksi bijih nikel nasional lebih dari 100 juta ton menjadi sekitar 260-270 juta ton tahun ini.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kuota 42 juta ton yang diberikan pemerintah pada 2025..

Perkembangan terkait Harga Nikel Menguat Usai RI Pangkas Kuota Tambang Nikel Raksasa akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *