0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Roy Suryo ke Polda Metro untuk Wajib Lapor Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

“Sampling yang dari Pak Dian Sandi itu kan bentuknya sudah terpotong, ya.

Meski begitu, Bonatua menilai kesamaan informasi tersebut membuat sampel yang digunakan Roy Suryo sah secara akademik untuk diteliti..

“Yang di-upload Dian Sandi berwarna, tapi yang diterima oleh saudara Bona Silalahi dari KPU adalah fotokopi hitam putih yang dilegalisasi,” paparnya..

Hal ini disebabkan oleh difoto dari angle yang berbeda,” tambahnya. sehingga Sudah terpotong dari A3 menjadi A4, tidak proporsional.

Namun demikian, Roy menegaskan timnya tetap pada kesimpulan bahwa ijazah yang diunggah ke media sosial tersebut palsu..

Tidak ada yang berbeda secara informasi,” kata Bonatua usai pemeriksaan..

Artinya penelitian kami tidak salah dari sisi sampel,” kata Roy..

Salinan dari KPU berupa fotokopi hitam putih yang telah dilegalisasi, sementara dokumen yang diunggah Dian Sandi berwarna. mengalami pemotongan ukuran sehingga tidak proporsional..

Ia menjelaskan, perbedaan hanya terdapat pada bentuk fisik dokumen.

Menurutnya, penelitian difokuskan pada dokumen yang beredar di media sosial, bukan pada dokumen asli..

Roy juga menekankan bahwa dirinya. tim tidak pernah menyatakan Presiden Jokowi memalsukan ijazah.

Soal kesimpulan, itu tergantung metodologi penelitinya,” ujarnya..

Roy Suryo mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk memenuhi kewajiban wajib lapor terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rabu (11/2)..

Dalam kesempatan itu, Roy Suryo kembali mendesak agar proses hukum diarahkan kepada pihak pertama yang mengunggah dokumen berwarna tersebut, yakni Dian Sandi..

“Dari nomor ijazah, logo, tanda tangan, foto, semuanya sama.

Kedatangan Roy Suryo ke Polda Metro Jaya bersamaan dengan pemeriksaan sejumlah saksi ahli yang diajukan kubunya, salah satunya pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi..

Bonatua mengatakan, dokumen yang dijadikan sampel penelitian Roy Suryo bersumber dari unggahan Dian Sandi. secara informasi identik dengan salinan legalisir yang ia terima langsung dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)..

“Apa yang kami teliti dari unggahan Dian Sandi itu sama dengan yang akhirnya dikeluarkan KPU.

“Kami tetap menyatakan bahwa ijazah yang beredar itu 99,9 persen palsu,” ujarnya..

“Postingan dari Dian Sandi itulah yang menjadi causa prima atau titik awal penelitian kami,” kata Roy..

“Begitu informasi yang diunggah sama dengan yang ada di KPU, maka secara sampel penelitian itu bisa dikatakan valid.

Pemeriksaan itu berkaitan dengan penelitian yang dilakukan Roy Suryo bersama Rismon Sianipar. Tifa Yusiyati terhadap ijazah Jokowi yang sebelumnya beredar di media sosial..

Ia menilai unggahan tersebut menjadi dasar analisis digital yang dilakukan timnya, termasuk pemeriksaan histogram. luminance gradients..

Hal ini disebabkan oleh menggunakan sampel yang sama dengan data resmi KPU. sehingga Sementara itu, Roy Suryo menyatakan, kesaksian Bonatua justru memperkuat klaim bahwa penelitian yang dilakukan timnya sah.

Perkembangan terkait Roy Suryo ke Polda Metro untuk Wajib Lapor Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *