Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Meski Moody’s Pangkas Rating, Pefindo Pede Obligasi Tembus Rp196 T yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Chief Economist Pefindo Suhindarto menilai perubahan outlook Moody’s dari stable menjadi negatif lebih disebabkan oleh persoalan kebijakan. komunikasi kebijakan yang memunculkan risiko terhadap pengelolaan fiskal.
Dari sisi jenis perusahaan, obligasi yang diturunkan oleh grup BUMN menerbitkan Rp137,5 miliar yang mana sebagian besarnya memang diterbitkan oleh Danantara.
Dari sisi cost of funds, kenaikan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun belakangan ini juga belum kembali ke level awal 2025..
Ketika pemangkasan suku bunga dihentikan pada Oktober, yield sempat mengalami lonjakan tipis atau cenderung mendatar dibandingkan penurunan pada tiga kuartal sebelumnya..
Penerbitan pasar surat utang domestik diprediksi tetap mencapai Rp154 triliun hingga Rp196,86 triliun tahun ini..
Ia membandingkan ketidakpastian saat ini dengan periode sebelumnya seperti 2021 ketika isu kebijakan perdagangan Amerika Serikat. dinamika politik global masih tinggi.
“Jadi sejauh ini kalau dari kami sendiri untuk terkait dengan outlook, kami masih berpegang pada angka tersebut,. meskipun di awal tahun ini relatif cukup banyak gonjang-ganjingnya, atau dari sisi tantangannya di pasar surat utang sendiri, kami tetap optimis kalau proyeksi kami masih bisa dicapai di tahun ini,” ungkap Suhindarto kepada wartawan, Rabu, (11/2/2026)..
Namun demikian, hal tersebut masih sebatas risiko. fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih relatif lebih baik..
Ia menjelaskan penurunan yield obligasi sebelumnya sudah sangat tajam seiring pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 125 basis poin.
Berdasarkan tujuan penerbitannya, penerbitan surat utang ini banyak digunakan untuk refinancing modal kerja. investasi..
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemangkasan rating kredit Indonesia oleh lembaga internasional Moody’s disebut tidak akan terlalu memengaruhi proyeksi penerbitan obligasi di Indonesia.
Dengan demikian, biaya dana pada awal tahun ini dinilai masih relatif lebih murah dibandingkan periode awal 2025 lalu.
Dengan asumsi ini, Pefindo mempertahankan proyeksi penerbitan obligasi korporasi di kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,86 triliun..
Secara keseluruhan, kondisi pasar surat utang disebut tidak seburuk yang dikhawatirkan meskipun terdapat sentimen negatif dari perubahan outlook Moody’s..
Sebagai gambaran, di tahun 2025 Pefindo mencatat penerbitan obligasi berjumlah Rp284,3 triliun, atau melampaui rekor terakhir tahun 2017..
Sementara, penerbitan perusahaan swasta mencapai Rp146,8 miliar.
Perkembangan terkait Meski Moody’s Pangkas Rating, Pefindo Pede Obligasi Tembus Rp196 T akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Futures | Harga Emas Dunia Terperosok Lagi
- Equityworld Futures | Harga Emas Meredup setelah Sentuh Rekor Tertinggi, Mengapa?
