Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Mengunjungi Arhanud 21, Perisai Pelindung Langit Yogya yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pasi Ops Arhanud 21 Batalyon Pasgat, Kapten Tarju, menyebutkan bahwa cakupan perlindungan mereka tidak terbatas pada Pangkalan Udara Adisutjipto saja..
Jadi istilahnya setiap ada pesawat terbang, atau mungkin drone kita terbangkan, di situ ada untuk ngejar,” kata Kapten Tarju..
Ia mengibaratkan, ketika musuh sudah masuk ke area terminal. tidak bisa dibendung, senjata mereka akan menjadi jawaban penutup..
Nah kamilah titik,” tegas Letkol Pas Yosef..
“Radar kita terkoneksi dengan Satuan Radar yang ada di Congot.
Letkol Pas Yosef menyebutkan saat ini jumlah personel berada di angka 259 orang. diproyeksikan akan terus bertambah hingga mencapai standar batalyon penuh..
Nah, dengan demikian kalau ada indikasi ancaman dari luar, dia kesempatan pertama akan disampaikan.
Tugasnya spesifik: menjaga objek vital nasional dari ancaman aktivitas udara musuh, mulai dari pesawat tempur, helikopter, hingga Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone..
Arhanud 21 berdiri di lapisan paling dalam.
Mereka juga dilengkapi rudal-rudal QW-3, yang ditugaskan untuk mencegat objek-objek udara yang mengancam.
Informasi dari radar-radar ini akan diteruskan melalui sistem Smart Hunter yang mereka miliki..
Yang mana ancaman tersebut bisa berupa pesawat tempur, UAV, maupun helikopter yang digunakan oleh musuh untuk masuk ke wilayah udara yurisdiksi nasional,” ujar Letkol Pas Yosef saat ditemui di markasnya, Rabu (11/2)..
Abidindifu, menjelaskan bahwa posisi satuannya sangat krusial dalam skema pertahanan nasional..
Semua sasaran yang diluncurkan menggunakan drone atau flare, itu kita tembak, kena.
Di balik romantisme Yogya, yang dikenal sebagai kota pelajar, ada mereka yang senantiasa terjaga sepanjang waktu mengawal langit.
Mereka adalah Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 21/Pasgat mengambil peran sebagai garda terakhir pertahanan udara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)..
Selain dari Pangkalan Udara Lanud Adisutjipto, Gedung Agung, YIA (Yogyakarta International Airport), maupun yang lain-lainnya, seperti Pertamina.
Sehingga kita langsung gelar (pasukan),” jelas Kapten Tarju..
Komandan Batalyon Arhanud 21/Pasgat, Letkol Pas Yosef Y.
mereka juga punya tanggung jawab melindungi sejumlah obyek vital..
Karena dia ada sensor untuk pencacah panas.
Sistem pertahanan udara Indonesia terbagi menjadi tiga lapisan utama: area, terminal,. titik.
Begitu ditembakkan dari peluncurnya, rudal ini akan mencari sumber panas yang tersedia..
Sistem ini didukung oleh konektivitas radar yang luas.
Itu kapasitasnya kan sampai 200 kilo atau 300 kilo.
Peningkatan jumlah ini dilakukan melalui percepatan rekrutmen Bintara. Tamtama yang kini dilakukan dalam tiga gelombang setiap tahunnya.
“Kami merupakan satuan pertahanan udara titik untuk bertugas menjaga objek vital TNI Angkatan Udara dari ancaman udara.
“Kami adalah garda terakhir, ketika ancaman datang, di dalam sistem pertahanan udara kita saat ini kita memiliki tiga.
Meski kalah canggih daripada Iron Dome milik Israel, sistem pertahanan udara Arhanud punya tugas yang serupa..
Ibarat sebuah benteng, jika pesawat musuh berhasil menembus radar jarak jauh. pesawat pencegat, maka personel Arhanud 21-lah yang harus melakukan eksekusi terakhir..
Hal ini disebabkan oleh sudah berubah dari Detasemen menjadi Batalyon sehingga penambahan dari jumlah personel yang saat ini kurang lebih dari 259 orang, kemungkinan akan ditambah lagi sehingga mencapai standar dari suatu Batalyon mungkin sampai mencapai 400,” terang Letkol Pas Yosef. sehingga “Dampak yang kami dapat pada saat ini yaitu penambahan terutama personel.
Perubahan ini membawa konsekuensi pada penambahan kekuatan personel..
“Kami, lah, senjata terakhir yang dimiliki oleh pertahanan udara kita Indonesia saat ini untuk menghantam musuh ketika sudah ada di masuk dalam titik,” tambahnya..
Bicara soal taring, Arhanud 21 dibekali rudal pencari panas QW-3.
Jadi di situ ada objek vital yang lainnya.
Dengan kecepatan 750 meter/detik, rudal ini mampu mengejar sasaran sejauh 6 kilometer..
Selain rudal, satuan ini juga menyiagakan Kanon Otomatis Oerlikon Skyshield buatan Swiss yang dikenal sangat relevan menghadapi ancaman udara modern..
Seiring dengan validasi organisasi di tubuh Kopasgat, Arhanud 21 yang sebelumnya berbentuk Detasemen kini telah berkembang menjadi Batalyon..
Satuan ini bermarkas di Depok, Sleman,. merupakan bagian dari Resimen 2 Arhanud di bawah jajaran Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara di Makassar..
Kanon berkaliber 35 mm ini mampu menembakkan 1.000 peluru per menit, dengan jangkauan 4 kilometer..
Hal ini bertujuan agar seluruh pos operator radar. pengawak alutsista dapat terisi secara optimal demi menjaga kedaulatan udara Indonesia, khususnya di langit Yogyakarta..
Karena itu aset negara,” ungkap Kapten Tarju saat ditemui di kesempatan yang sama..
Arhanud 21 terintegrasi dengan Satuan Radar (Satrad) 215 Congot di Kulon Progo, serta radar di Tegal. Cibalimbing.
Mereka siaga, melindungi Yogya dari beragam ancaman udara..
Perkembangan terkait Mengunjungi Arhanud 21, Perisai Pelindung Langit Yogya akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Futures | Kepada Pemilik Emas, Berdoalah Semoga Pengangguran AS Melesat
- PT Equityworld Futures Trillium Surabaya – Logam kuning emas diperdagangkan mendekati level tertinggi satu bulan
