0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Kelas Menengah Anjlok, Bisnis Bank Kena Imbas yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Kualitas pekerjaan yang tercipta pun cenderung low-skilled, dengan porsi pekerja informal masih besar.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan proporsi kelas menengah turun menjadi sekitar 16% dari sebelumnya 20% sebelum pandemi.

Begitupun dengan segmen kredit, khususnya kredit konsumer..

Jakarta, CNBC Indonesia – Vice President of Macroeconomic and Financial Market Research Department Office of Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Dian Ayu Yustina buka-bukaan soal pertumbuhan kredit di 2025 yang gagal mencapai double digit..

Hal ini turut membatasi ekspansi kredit di segmen menengah ke bawah.

Seperti diketahui, pertumbuhan kredit consumer di Indonesia melambat. hanya tercatat tumbuh 6,58%..

“Tekanan juga datang dari melemahnya kelas menengah.

Ia mengatakan, hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan, mengingat pemulihan sektoral masih belum seimbang.

Perbankan bersikap selektif dalam menyalurkan kredit, terutama pada segmen-segmen yang kualitas kreditnya dinilai belum kuat, meski rasio kredit bermasalah (NPL) secara agregat masih terkendali..

Sektor yang pulih lebih cepat bersifat capital intensive, sementara sektor labor intensive tertinggal..

pemulihan pasar tenaga kerja dinilai belum ideal.

Di sisi lain, kendati demikian Dian menegaskan likuiditas saat ini tetap dijaga secara prudent.

Kondisi ini menekan daya beli. permintaan kredit konsumsi,” ujarnya alam acara CNBCIndonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026)..

Perkembangan terkait Kelas Menengah Anjlok, Bisnis Bank Kena Imbas akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *