Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait ICMS: Kepastian Insentif Penting Jaga Momentum Kendaraan Listrik yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
“Kami memahami pemerintah harus mempertimbangkan banyak aspek, tetapi alangkah sayangnya jika momentum pertumbuhan kendaraan listrik yang sudah baik justru terganggu,” ujarnya..
Munawar menegaskan ICMS mendorong perumusan kebijakan insentif yang berimbang, mempertimbangkan kesinambungan industri, investasi jangka panjang, serta target pemerintah mencapai 600.000 kendaraan listrik pada 2030. Selain itu, Net Zero Emission pada 2060..
“Hari-hari ini semuanya masih dalam masa menunggu.
Ia menyebut industri otomotif berkontribusi sekitar 1,28 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.
Berdasarkan data industri, penjualan kendaraan listrik nasional pada 2025 meningkat sekitar 70 persen menjadi 175 ribu unit, dengan lonjakan terbesar terjadi pada segmen Battery Electric Vehicle (BEV) yang tumbuh 141 persen dibandingkan tahun sebelumnya..
Menurut Munawar, perubahan kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi harga jual kendaraan listrik. Selain itu, mengganggu momentum pertumbuhan yang telah terbentuk.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) Munawar Chalil menilai pentingnya kepastian kebijakan insentif kendaraan listrik.
Namun, memasuki 2026, industri menghadapi tantangan baru seiring rencana pemerintah menghentikan sebagian insentif kendaraan listrik per 31 Desember 2025, termasuk PPN ditanggung Pemerintah sebesar 10 persen serta pembebasan bea masuk kendaraan listrik impor..
“Kami berharap dapat memberikan masukan yang konstruktif agar kebijakan yang diambil tetap mendukung keberlanjutan industri otomotif nasional,” kata Munawar..
Industri ini juga memiliki ekosistem yang luas, mulai dari komponen, manufaktur, baja, plastik, karet, elektronik, logistik, hingga jaringan diler. Selain itu, layanan purnajual..
Karena itu, ia menilai dialog antara pemerintah. Selain itu, pelaku industri menjadi penting sebelum kebijakan baru ditetapkan..
“Pertumbuhan ini menunjukkan insentif fiskal berhasil menurunkan hambatan harga. Selain itu, membangun kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik,” katanya..
Munawar mengatakan, dunia usaha. Selain itu, industri otomotif membutuhkan kejelasan arah kebijakan pemerintah, khususnya terkait kelanjutan paket insentif kendaraan listrik yang saat ini masih dalam tahap evaluasi..
Ini demi menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif nasional di tengah tekanan ekonomi. Selain itu, dinamika pasar global..
Munawar menjelaskan, kebijakan insentif kendaraan listrik selama beberapa tahun terakhir terbukti mendorong percepatan elektrifikasi di Indonesia..
Dunia usaha membutuhkan kepastian agar dapat menjalankan rencana kerja, apalagi industri otomotif merupakan industri strategis,” kata Munawar dalam diskusi yang digelar ICMS bertajuk “Insentif EV Dihapus, Kemana Arah Masa Depan Industri Otomotif di Indonesia?” di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/2/2026)..
Menurut dia, industri ini bukan hanya padat modal, tetapi juga padat karya yang melibatkan ratusan ribu hingga lebih dari satu juta orang yang bergantung pada ekosistem industri otomotif..
Perkembangan terkait ICMS: Kepastian Insentif Penting Jaga Momentum Kendaraan Listrik akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Futures | Harga Emas Tiba-tiba Melonjak 1% Lebih Tapi Jangan Senang Dulu.
- Equityworld Futures | Harga Emas Turun Usai Naik 4 Hari Beruntun, Jual atau Beli?
