0 0
Read Time:3 Minute, 48 Second

Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Dow Jones Tembus Rekor, Wall Street Bervariasi Usai Data AS Melemah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

adalah apa yang menyebabkan antusiasme. Selain itu, momentum pembelian saham,” kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities, New York..

Menurut Cardillo, fokus utama pasar pekan ini adalah laporan ketenagakerjaan AS periode Januari yang dijadwalkan rilis pada Rabu (11/2).

Induk Google tersebut diketahui menerbitkan obligasi senilai USD 20 miliar dalam penawaran tujuh bagian..

Harga minyak mentah AS turun 40 sen ke USD 63,96 per barel, sementara Brent melemah 24 sen menjadi USD 68,80 per barel..

Setelah sempat tertekan pekan lalu akibat kekhawatiran persaingan teknologi kecerdasan buatan, saham-saham teknologi global mulai menunjukkan pemulihan.

Investor mencermati rilis data ekonomi AS yang mengindikasikan aktivitas ekonomi mulai melambat..

Secara global, indeks saham MSCI World naik 1,89 poin atau 0,18 persen ke level 1.055,86, setelah sempat mencetak rekor tertinggi di sesi perdagangan.

Saham Marriott International melonjak 9 persen setelah perusahaan mengumumkan kinerja kuartal keempat yang solid..

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,1 basis poin menjadi 4,147 persen,. Selain itu, mencatatkan penurunan empat hari berturut-turut.

Ia menilai pelemahan dolar ke level yang β€œlebih wajar” dapat membantu mendorong ekspor. Selain itu, memperluas pertumbuhan ekonomi AS..

Indeks utama saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (10/2).

Dari sisi data ekonomi, Kementerian Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel stagnan pada Desember 2025.

Data yang lebih lemah ini dinilai bisa membuka ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga..

Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 melonjak setelah yen Jepang mencetak level tertinggi baru.

Terhadap yen, dolar AS melemah 0,94 persen ke level 154,4.

Indeks Nikkei melonjak 2,3 persen. Selain itu, mencatatkan kenaikan tiga hari beruntun.

Hal ini dipicu kebijakan imigrasi pemerintahan Trump yang menahan pertumbuhan tenaga kerja, serta meningkatnya produktivitas berkat penggunaan AI..

Investor juga terus memantau perkembangan terbaru terkait hubungan diplomatik antara Amerika Serikat. Selain itu, Iran..

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menyebut pertumbuhan lapangan kerja berpotensi melambat dalam beberapa bulan ke depan.

Pasar menilai saham Jepang berpotensi diuntungkan dari rencana stimulus fiskal pemerintahan baru.

Euro juga melemah 0,15 persen ke level USD 1,1895..

Dari pasar komoditas, harga emas spot turun 0,75 persen ke level USD 5.026,68 per ons.

Penguatan ini terjadi usai kemenangan telak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pemilu pada Minggu (8/2) lalu.

Obligasi pemerintah Inggris bergerak lebih baik dibandingkan obligasi negara lain, setelah sebelumnya tertekan akibat meningkatnya tekanan politik terhadap Perdana Menteri Keir Starmer..

Mengutip Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 108,71 poin atau 0,22 persen ke level 50.244,58 setelah sempat menyentuh rekor tertinggi.

Di Wall Street, perhatian investor tertuju pada rilis data ekonomi serta laporan kinerja kuartalan emiten.

Meski Dow Jones menguat, pelemahan saham Alphabet membebani pergerakan S&P 500. Selain itu, Nasdaq.

Secara total, imbal hasil sudah turun lebih dari 13 basis poin, menjadi penurunan empat hari terbesar sejak pertengahan Oktober..

Angka ini lebih rendah dari proyeksi ekonom yang disurvei Reuters, yang memperkirakan kenaikan 0,4 persen serta di bawah pertumbuhan November 2025 yang tercatat 0,6 persen.

Dolar AS cenderung melemah terhadap mayoritas mata uang utama setelah rilis data ekonomi. Selain itu, pernyataan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.

Yen juga terus menguat pasca pemilihan tersebut..

Menariknya, obligasi pemerintah Jepang. Selain itu, yen yang sebelumnya diperkirakan melemah justru menguat, seiring harapan stabilitas politik mendorong pertumbuhan ekonomi..

Indeks dolar turun 0,1 persen ke posisi 96,85.

Sementara itu, S&P 500 turun 6,15 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.958,67,. Selain itu, Nasdaq Composite melemah 62,32 poin atau 0,27 persen menjadi 23.176,35..

Sementara itu, indeks pan-Eropa STOXX 600 turun tipis 0,07 persen..

Perkembangan terkait Dow Jones Tembus Rekor, Wall Street Bervariasi Usai Data AS Melemah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.

Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *