Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Rupiah Lanjut Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.790 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup pada posisi Rp16.790/US$ atau terapresiasi tipis 0,03%.
Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung menahan posisi pada dolar. Selain itu, memilih menunggu kepastian sehingga memberi ruang bagi mata uang lain termasuk rupiah untuk menguat..
Tapi ada bold communication dari pemerintah. Selain itu, regulator yang membuat market confidence lagi dan BI selalu sampaikan bahwa BI tetap di pasar menjaga stabilitas rupiah dan BI lakukan smart intervention,” paparnya..
Sementara itu, rupiah juga mendapatkan dukungan dari eksternal seiring tren pelemahan dolar AS yang tengah terjadi di pasar global..
Hari ini Rp 16.700-an,” kata Destry dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa..
Destry menegaskan, dalam meningkatkan kepercayaan pelaku pasar keuangan, pemerintah. Selain itu, BI terus konsisten membangun komunikasi yang jelas beberapa hari terakhir.
“Dua hari lalu saat MSCI ada laporan. Selain itu, gejolak, ada apa ini.
Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kembali ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (10/2/2026)..
// .
Destry pun memastikan, BI akan terus berada di pasar keuangan untuk memastikan stabilitas pergerakan nilai tukar rupiah terjaga ke arah penguatan, sesuai dengan fundamental ekonomi, yang ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi makin cepat hingga tekanan inflasi yang terkendali di kisaran target 2,5% plus minus 1%..
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 15.00 WIB terpantau mengalami penguatan 0,08% di level 96,898.
Isu tersebut memunculkan kekhawatiran berkurangnya permintaan asing terhadap aset berdenominasi dolar AS..
Hal ini sekaligus melanjutkan penguatan rupiah di perdagangan sebelumnya, dikala rupiah menguat 0,39% di level Rp16.795/US$..
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini disebabkan mulai terbentuknyakepercayaan pelakupasar keuangan terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang memang kuat..
“Ini posisi kita year to date, setelah rupiah melemah dalam 3 hari kini mulai menguat.
Meski demikian, pada perdagangan sebelumnya DXY ditutup melemah tajam sebesar 0,83% di level 96,816..
Tekanan terhadap dolar meningkat setelah laporan beberapa menyebut regulator China mengimbau lembaga keuangan untuk menahan laju kepemilikan surat utang pemerintah AS.
Selama perdagangan hari ini, rupiah bergerak di rentang level Rp16.769 – Rp16.790/US$..
Komunikasi terkait kondisi fundamental ekonomi yang kuat inilah kata dia yang sudah diterima pelaku pasar keuangan..
Perkembangan terkait Rupiah Lanjut Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp16.790 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Futures | Bikin Kaget! Harga Emas Malah Ambruk Usai Fed Pangkas Bunga, Kenapa?
- Equityworld Futures | Harga Emas Bikin Pening! Habis Pecah Rekor Langsung Ambles1,5%
