Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Rieke Diah Temui Mensos: Bahas Satu Data Indonesia, Harap Bansos Tepat Sasaran yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyambangi Kementerian Sosial untuk bertemu Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Selasa (10/2).
Ia menegaskan, data statistik tidak bisa disamakan dengan data dasar negara yang seharusnya menjadi rujukan utama kebijakan pembangunan..
Menurutnya, tujuan utama dari pembenahan data adalah agar intervensi pemerintah memiliki dampak nyata bagi masyarakat..
“Ada sesuatu yang harus kita benahi hulu persoalan selama ini luput yaitu persoalan data negara, data dasar negara yang aktual, akurat,. Selain itu, relevan sebagai basis data kebijakan pembangunan,” ucap Rieke..
Menurutnya, langkah penonaktifan untuk pemutakhiran data menunjukkan bahwa selama ini penyaluran bantuan sosial tidak sepenuhnya merujuk pada data Kemensos..
Ia menekankan pentingnya pendekatan data-driven dalam seluruh kebijakan pemerintah, terutama untuk implementasi Pasal 33 UUD 1945 yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat..
“Kami menganalisis data yang dirujuk untuk beberapa waktu terakhir ini tidak lagi data yang diproduksi (dan) direproduksi oleh Kemensos, tetapi data oleh institusi yang memiliki otoritas untuk melakukan pendataan, tapi datanya data statistik begitu,” ujar Rieke..
“Data statistik itu tidak bisa disamakan dengan data dasar negara, dengan metadata, sehingga kemudian kebijakan pembangunan yang dilaksanakan oleh Bappenas bersama kementerian lembaga pemerintah daerah. Selain itu, pemerintahan desa itu seharusnya tidak mengacu pada data yang hanya berbasis pada sampling atau agregat begitu,” katanya..
“Beliau memberikan perspektif, memberikan pandangan-pandangannya betapa pentingnya satu data Indonesia supaya ini bisa jadi pedoman bagi seluruh kementerian. Selain itu, lembaga sesuai dengan tupoksi masing-masing termasuk dengan Pemda,” ujar Gus Ipul..
Gus Ipul menyebut, Rieke memberikan sejumlah pandangan mengenai pentingnya satu data nasional yang akurat sebagai dasar kebijakan lintas kementerian. Selain itu, lembaga, termasuk pemerintah daerah..
Tetapi proses bermasyarakat berbangsa bernegara kan dinamis, seharusnya suatu peraturan itu juga harusnya diperbaiki mengikuti perkembangan. Selain itu, kebutuhan yang relevan,” ujarnya..
Dalam pertemuan tersebut, Rieke menegaskan persoalan data merupakan masalah mendasar yang selama ini luput dibenahi secara serius.
Rieke menjelaskan, meski data statistik telah memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, regulasi tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan saat ini..
Pertemuan tersebut membahas gagasan pembentukan satu data terpadu kondisi sosial-ekonomi masyarakat Indonesia..
“Kalau di dalam istilahnya Kementerian Sosial itu bansosnya tepat sasaran.
Ia menyebut, revisi UU Statistik tengah berjalan bersamaan dengan inisiatif DPR mengajukan RUU Satu Data Indonesia yang telah masuk Prolegnas Prioritas 2026..
Kalau bansosnya tepat sasaran kan itu akan efektif untuk meningkatkan kesejahteraan sosial,” ujarnya..
“Undang-undang statistik juga sedang dalam proses revisi sekarang, tapi juga kita sedang mengajukan sudah diputuskan juga Prolegnas prioritas 2026 di Baleg itu inisiasi DPR adalah RUU Satu Data Indonesia,” kata Rieke..
“Intinya sama bahwa ingin menghadirkan satu data yang akurat lalu kemudian intervensi pemerintah itu menjadi satu yang dampaknya nyata,” kata Gus Ipul..
Politikus PDIP ini juga menyinggung polemik penonaktifan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang disebut mencapai sekitar 11 juta penerima.
Ia menambahkan, bagi Kemensos, akurasi data sangat menentukan ketepatan penyaluran bantuan sosial..
Melalui RUU tersebut, Rieke berharap ke depan posisi data statistik. Selain itu, data negara menjadi jelas, termasuk penegasan peran Kemensos sebagai wali data sosial..
“Sehingga lebih jelas di mana posisi data statistik, di mana posisi data negara,. Selain itu, di mana Kemensos nanti dalam persoalan data, wali data sosial, sesuai dengan amanat undang-undang penanganan fakir miskin,” pungkasnya..
“Sehingga data-driven itu menjadi pengarusutamaan dari semua kebijakan yang digagas oleh Pak Presiden Prabowo, khususnya untuk implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 45 untuk persoalan kesejahteraan di mana salah satu leading sector-nya adalah Kemensos,” tambahnya..
Padahal, data menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan pembangunan..
Perkembangan terkait Rieke Diah Temui Mensos: Bahas Satu Data Indonesia, Harap Bansos Tepat Sasaran akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Futures | Harga Emas Terendah dalam Hampir 3 Minggu, Apakah Bisa Bangkit?
- Perbaiki Citra Bursa RI, Ekonom: Reformasi Harus Serius dan Menyeluruh
