Equityworld Futures SSC Jakarta – Informasi terbaru terkait Harga Minyak Melemah Tipis, Pasar Pantau Ketat Selat Hormuz yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Brent sempat bergerak dari US$ 66,30 per barel pada awal Februari hingga menyentuh area US$ 70 per barel di akhir Januari.
// .
Langkah ini dapat mempengaruhi aliran minyak global. Selain itu, mendorong negara-negara importir besar di Asia untuk menyesuaikan sumber pasokan mereka..
Meskipun demikian, di sisi lain potensi eskalasi, pengetatan sanksi, atau gangguan logistik tetap menjadi faktor yang sulit diabaikan oleh pelaku pasar. sementara Di satu sisi, ada sinyal diplomatik yang cenderung konstruktif,.
Pada Senin lalu, harga minyak menguat lebih dari 1%, ditopang meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap risiko geopolitik di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pengapalan minyak terpenting dunia..
Dari sisi pasokan global, pasar juga mencermati arah kebijakan sanksi energi terhadap Rusia yang berpotensi semakin diperketat.
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia melemah tipis pada perdagangan Selasa pagi (10/2/2026), meski tetap bertahan di level tinggi seiring pasar mencermati potensi gangguan pasokan global dari kawasan Timur Tengah..
Secara historis dalam sepekan terakhir, harga minyak masih menunjukkan kecenderungan menguat.
Hal ini disebabkan oleh sekitar 20% konsumsi minyak global melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut sehingga Selat Hormuz memiliki peran strategis.
WTI juga naik dari kisaran US$ 62 per barel menuju US$ 65 per barel, sebelum kembali terkoreksi tipis pagi ini..
Berdasarkan Refinitiv, per pukul 09.25 WIB, harga minyak Brent (LCOc1) tercatat di US$ 69,02 per barel, turun tipis dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di US$ 69,04 per barel.
Pergerakan terbatas ini terjadi setelah reli pada awal pekan.
Ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda membuat pasar masih menyisakan risk premium pada harga minyak.
Negara-negara produsen utama seperti Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait,. Selain itu, Irak sangat bergantung pada jalur ini untuk menyalurkan ekspor minyak mereka, terutama ke kawasan Asia..
Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI/CLc1) berada di US$ 64,31 per barel, sedikit lebih rendah dari posisi US$ 64,36 per barel pada Senin (9/2/2026)..
Perkembangan terkait Harga Minyak Melemah Tipis, Pasar Pantau Ketat Selat Hormuz akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber artikel: Sumber Asli
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
Perhatian: Trading futures mengandung risiko kerugian. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca juga:
- Equityworld Futures | Harga Emas Tiba-tiba Melonjak 1% Lebih Tapi Jangan Senang Dulu.
- OJK Buka-bukaan Soal Pemilihan Sosok Calon Pejabat Dewan Komisioner
