Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tajam usai Intervensi AS di Venezuela
Equityworld Futures | Harga Emas Naik Tajam usai Intervensi AS di Venezuela
Equityworld Futures | Harga emas menguat ke level tertinggi dalam satu pekan pada Senin (6/1/2026), terdorong serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang menambah daya tarik logam mulia sebagai aset safe-haven.
Melansir Reuters pada Selasa (6/1/2026), harga emas di pasar spot naik 2,7% menjadi US$4.444,52 per ons, setelah sebelumnya mencatat level tertinggi sejak 29 Desember 2025.
Harga emas menembus rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.549,71 per ons pada 26 Desember 2025.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari 2026 tercatat naik 2,8% menjadi US$4.451,5 per ons.
“Situasi di sekitar Venezuela jelas telah menghidupkan kembali permintaan safe-haven, tetapi hal ini juga dipicu oleh kekhawatiran yang sudah ada terkait geopolitik, pasokan energi, dan kebijakan moneter,” kata Alexander Zumpfe, pedagang logam mulia di Heraeus Metals Jerman.
Tahun lalu, emas mencatat kenaikan 64%, didorong oleh titik panas geopolitik dan siklus pelonggaran suku bunga The Fed. Ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut, ditambah pembelian bank sentral dan arus dana ETF, semakin menopang harga emas.
AS menyerang Venezuela dan menggulingkan Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (4/1/2026), menandai intervensi Washington paling langsung di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989.
Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan tambahan jika Caracas menolak upaya AS membuka industri minyaknya dan menghentikan perdagangan narkoba, serta menyinggung kemungkinan tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko terkait aliran narkoba ilegal.
Emas dikenal sebagai penyimpan nilai yang tangguh, terutama di lingkungan suku bunga rendah, karena tidak memberikan imbal hasil.
“Lonjakan menuju rekor baru kemungkinan akan terjadi jika ketegangan geopolitik meluas atau data AS yang akan datang memperkuat ekspektasi bahwa The Fed harus lebih agresif melonggarkan kebijakan moneter dibandingkan harga yang tercermin saat ini,” ujar Zumpfe.
Pasar menunggu data nonfarm payroll Desember 2025 pada Jumat (9/1/2026) mendatang, dengan ekspektasi setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.
Logam mulia lainnya juga mencatat penguatan signifikan. Harga perak melonjak 5,2% menjadi US$76,37 per ons, setelah sebelumnya naik 147% sepanjang 2025, didorong statusnya sebagai mineral kritis AS dan defisit struktural pasar di tengah permintaan yang meningkat.
Harga spot platinum naik 5,9% menjadi US$2.269,55 per ons, sedangkan palladium menguat 3,4% menjadi US$1.694,75 per ons.
No Comments