EQUITYWORLD FUTURES JAKARTA | AS Bergulat dengan Utang, “Tangan Kanan” Trump Ini Harus Melawan Dunia
Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah berupaya meredam kenaikan imbal hasil obligasi yang semakin membebani keuangan negara.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah berupaya meredam kenaikan imbal hasil obligasi yang semakin membebani keuangan negara.
Perekonomian negara-negara maju (G7) menghadapi tekanan finansial paling sengit dalam beberapa dekade terakhir. Dipicu oleh lonjakan utang Amerika menembus rekor Rp707.154 triliun.
Utang pemerintah Amerika Serikat (AS) tembus US$40 triliun atau sekitar Rp712 ribu triliun (asumsi kurs Rp17.800 per dolar AS) pada Agustus 2026.
Pada masa pemerintahan Donald Trump, utang Amerika Serikat (AS) meningkat sekitar US$ 11,6 triliun.
Utang nasional Amerika Serikat (AS) resmi menembus angka fantastis USD40 triliun atau setara Rp707.154 triliun, dimana membengkak dua kali lipat hanya dalam kurun waktu satu dekade.
Total utang Amerika Serikat (AS) tembus US$ 40 triliun atau Rp 712.000 triliun (kurs Rp 17.800) untuk pertama kalinya.
Berdasarkan laporan Conference Board, utang Amerika Serikat (AS) kini ditanggung sekitar US$ 116.000 atau Rp 20,6 miliar per penduduk.
Utang RI dari AS melonjak US$1,53 miliar menjadi US$29,54 miliar pada Juni 2026, sementara utang dari China hanya naik tipis ke US$25,69 miliar.
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 4,4% (yoy) secara tahunan yakni sebesar USD453,4 miliar (setara Rp8.062 triliun).
Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah per 30 Juni 2026 menembus Rp10.293,69 triliun, terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.966,79 triliun (87,11%).