EWF | Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Mei 2026 meningkat menjadi USD444,4 miliar atau sekitar Rp8.030 triliun.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Mei 2026 meningkat menjadi USD444,4 miliar atau sekitar Rp8.030 triliun.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rasio utang negara yang tercatat sebesar 40,54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2025 masih aman. Angka tersebut dinilai...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan rasio utang RI 40,54% PDB masih aman. Ia paparkan empat skenario untuk kendalikan utang ke depan.
SdanP Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB dengan outlook stabil, mencerminkan ketahanan ekonomi di tengah tantangan global.
S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB jangka panjang dan A-2 jangka pendek, dengan prospek stabil.
PT Panca Mitra Multiperdana Tbk. mengalami kendala keuangan dan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.
OJK mencatat outstanding pembiayaan pinjol mencapai Rp103,73 triliun pada Mei 2026, naik Rp1,66 triliun dibandingkan April 2026 yang sebesar Rp102,07 triliun.
OJK mencatat outstanding pembiayaan pinjol mencapai Rp103,73 triliun pada Mei 2026, naik Rp1,66 triliun dibandingkan April 2026 yang sebesar Rp102,07 triliun.
Perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki Kaesang Pangarep, PTPanca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), dikabarkan terlilit utang.
PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) yang sebagian sahamnya dimiliki Kaesang Pangarep dikabarkan menghadapi masalah kredit macet.