EWF | Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Listrik Padam
Donald Trump memberi Iran ultimatum 48 jam untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur energinya.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Donald Trump memberi Iran ultimatum 48 jam untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur energinya.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum untuk Iran dalam perkembangan terbaru, Ahad (22/3/2026). Dalam unggahannya di media sosial, Trump mengancam Amerika Serikat akan βmenghancurkanβ pembangkit...
Presiden Trump mengejutkan PM Jepang Takaichi dengan menyebut serangan Pearl Harbor saat pertemuan di Gedung Putih, menimbulkan reaksi tak terduga.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA β Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (19/3/2026) meminta Israel menghentikan serangan ke fasilitas minyak dan gas Iran. Permintaan itu disampaikan langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin...
Dalam pertemuan dengan PM Jepang, Trump mengejutkan dengan menyebut serangan Pearl Harbor. Takaichi tampak terkejut, menyoroti sensitivitas sejarah perang.
Kebijakan memungkinkan sumber daya vital seperti minyak, gas alam, pupuk, dan batu bara mengalir bebas ke pelabuhan Amerika Serikat (AS) selama enam puluh hari.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) Rabu (18/3/2026), meminta Israel untuk tidak lagi menyerang fasilitas energi Iran setelah pusat kilang gas terbesar Iran di...
Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengecam negara-negara NATO.
Donald Trump nyatakan AS tak butuh bantuan sekutu amankan Selat Hormuz. Klaim sukses militer lawan Iran meski pasokan minyak dunia terancam blokade.
Donald Trump tidak lagi menutup peluang pengerahan pasukan darat ke Iran. Meski ditentang 74% pemilih, alasan strategis nuklir menjadi pemicu utama.