EQUITYWORLD SSC : Harga Minyak Dunia Bisa Tembus US$130 jika Konflik tak Mereda
Harga minyak dunia diperkirakan masih berpotensi melonjak ke level US$130 per barel jika konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel terus mengalami eskalasi.
PT. Equityworld Futures Pusat Sahid Sudirman Center Jakarta
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 8 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Harga minyak dunia diperkirakan masih berpotensi melonjak ke level US$130 per barel jika konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel terus mengalami eskalasi.
Lonjakan harga minyak dan penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan besar terhadap APBN.
Nilai tukar rupiah memang tengah berada dalam tekanan berat hingga Rp17.000 per dolar AS, namun masih jauh lebih tangguh dibandingkan rekan-rekannya di kawasan Asia.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pastikan harga BBM subsidi tak naik dalam waktu dekat meski harga minyak dunia melonjak. Pemerintah pilih pantau kondisi sebulan ke
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kas negara belum terbebani oleh kenaikan harga minyak dunia.
Menkeu Purbaya merespons, kejatuhan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS, ditambah ambruknya IHSG bukan sebagai sinyal resesi.
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menanggapi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sentuh posisi 17.000.
Indef menilai nilai tukar rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan di tengah kondisi ekonomi global yang semakin berat kurs dolar ke rupiah hari ini telah tembus Rp17.000.
Nilai tukar dolar to rupiah kembali melonjak, menembus Rp 17.000 pada awal pekan ini. Apa penyebab pelemahan Rupiah di tengah sentimen risk off global?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait harga minyak dunia yang melonjak USD100 per barel atau melampaui asumsi APBN di angka USD70 per barel.